AS dan Jepang Kembangkan Rudal untuk Hadang Proyektil Hipersonik
TOKYO, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) bersama Jepang mengembangkan rudal jenis baru untuk menghadang proyektil hipersonik yang sedang disempurnakan oleh sejumlah negara seperti Korea Utara (Korut), Tiongkok, dan Rusia, menurut sumber pemerintah yang pada Senin (14/8).
Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida dan Presiden AS Joe Biden diperkirakan menyepakati rencana tersebut dalam pertemuan bilateral di Camp David dekat Washington pada Jumat, menurut beberapa sumber.
Hal ini akan menjadi pengembangan rudal pencegat bersama antara kedua negara menyusul Rudal Standar-3Block 2A, penerus SM-3 Block 1A yang dikembangkan hanya oleh AS.
Pemerintah Jepang dan Amerika berusaha meningkatkan kemampuan pencegahan aliansi mereka sebagai tanggapan atas uji rudal Korut berulang kali dan kemajuan pesat teknologi misilnya. Ini juga adalah tanggapan atas aktivitas militer Tiongkok yang semakin intens di wilayah Indo Pasifik termasuk latihan gabungan dengan Rusia.
Rudal hipersonik, yang dapat mencapai kecepatan tertinggi 5 Mach, lima kali lebih cepat dari kecepatan suara, sulit ditembak jatuh dan dilacak dengan radar.
Rudal baru tersebut akan didesain untuk menjatuhkan rudal hipersonik sebelum fase mendarat. Beberapa jenis rudal hipersonik mampu terbang dalam lintasan tidak teratur hanya beberapa saat sebelum mendarat untuk menangkis pencegat, kata sumber tersebut.
Pihak Jepang awalnya berencana mengatasi ancaman senjata hipersonik dengan meningkatkan Pasukan Bela Diri Darat jarak menengah Tipe-03, peluru kendali darat ke udara, yang target utamanya pesawat tempur, dengan menggunakan Rudal Pencegat-6 Standard Pasukan Bela Diri Maritim.
Namun, akibat pencegat SDF ini ditujukan untuk menembak senjata musuh saat fase pendaratan, Jepang perlu memiliki kemampuan untuk menembak jatuh mereka saat mereka meluncur, menurut sumber yang dikutip Antara.
Otoritas AS telah memulai pengembangan pencegat yang ditembakkan oleh perusak Aegis untuk mengenai senjata hipersonik dalam fase meluncur. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan proyek bilateral yang dilaksanakan, kata sumber itu.
Dalam pertemuan di Tokyo, Jepang pada Juni 2023, Menteri Pertahanan Yasukazu Hamada dan Menteri Pertahanan (Menhan) AS Lloyd Austin berjanji mempererat kerja sama dan pengembangan bersama pencegat untuk melawan teknologi hipersonik.
Pada Jumat (18/8), Kishida dan Biden juga dijadwalkan mengadakan pertemuan puncak trilateral dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol di Camp David.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

