Jumat, 15 Mei 2026

Asean Indo-Pacific Forum Usung Isu Pembiayaan Berkelanjutan

Penulis : Jayanty Nada Shofa
18 Aug 2023 | 20:30 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala Mansury memberikan konferensi pers terkait Asean Indo-Pacific Forum secara daring, Jumat (18/8/2023).
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala Mansury memberikan konferensi pers terkait Asean Indo-Pacific Forum secara daring, Jumat (18/8/2023).

JAKARTA, investor.id – Asean Indo-Pacific Forum (AIPF) yang akan digelar di Jakarta pada 5-6 September 2023 akan mengangkat isu pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing). Forum yang digelar dalam rangka keketuaan Asean Indonesia juga akan dihadiri oleh para kepala negara, serta perwakilan dari lembaga keuangan dunia.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala Mansury kepada wartawan secara daring, Jumat (18/8/2023).

Lembaga keuangan Uni Eropa (UE) European Investment Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) juga akan mengirimkan para petingginya ke AIPF. Selain sustainable financing, AIPF juga akan turut membahas infrastruktur hijau, transformasi digital, dan ekonomi kreatif.

ADVERTISEMENT

Wamenlu menilai ada banyak hal yang dapat dikerjasamakan di bidang pembiayaan berkelanjutan.

"Asosiasi bank di Asean sudah menyampaikan bahwa carbon avoidance (pencegahan karbon) adalah salah satu yang bisa dikategorikan sebagai sustainable financing. Kami berharap bank dan lembaga keuangan di Asean bisa (menjelaskan) kepada lembaga lainnya bagaimana sustainable financing bisa dilakukan lewat carbon avoidance," jelas Pahala.

"Serta adanya kesepakatan norma mengenai hal tersebut (sustainable finance dan carbon avoidance)," tambahnya.

Sebagai informasi, carbon avoidance mengacu pada langkah-langkah atau proyek yang fokus pada mengurangi emisi yang dikeluarkan di antaranya lewat penggunaan energi baru terbarukan.

Pahala menambahkan Indonesia saat ini masih menunggu konfirmasi kehadiran dari perwakilan dari gabungan institusi keuangan internasional Glasgow Financial Alliance for Net Zero (Gfanz). 

Sebagaimana diketahui, Gfanz bersama International Partners Group (IPG) tahun lalu berkomitmen akan mengucurkan pendanaan iklim senilai US$ 20 miliar untuk mendukung transisi energi Indonesia. Mekanisme pendanaan iklim ini dinamai Just Energy Transition Partnership (JETP).

Gfanz akan memberikan pendanaan senilai US$ 10 miliar. Sedangkan US$ 10 miliar sisanya akan berasal dari IPG yang terdiri dari AS, Jepang, Kanada, Denmark, UE, Prancis, Jerman, Italia, Norwegia, dan Inggris.

Vietnam, yang merupakan negara anggota Asean, juga mendapatkan pendanaan iklim serupa. Namun, nominal pendanaan JETP Vietnam lebih sedikit, yakni senilai US$ 15,5 miliar.

"Kita berharap Indonesia dan Vietnam ini bisa memimpin sebuah diskusi di mana JETP memang mungkin untuk dilaksanakan, khususnya melalui kawasan Asean," ujar Pahala.

Sebagai informasi, Indonesia berencana akan meluncurkan comprehensive investment and policy plan (CIPP) untuk pendanaan JETP pada 16 Agustus 2023 lalu. Dokumen CIPP ini akan menjelaskan terkait detail-detail teknis mengenai JETP. Namun, Indonesia memutuskan untuk menunda peluncuran CIPP ke akhir tahun 2023.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 17 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia