Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Mixed Menyusul Rilis Kebijakan Suku Bunga Tiongkok

Penulis : Grace El Dora
21 Aug 2023 | 12:01 WIB
BAGIKAN
Rencana aksi polusi udara nasional yang dibuat oleh otoritas Tiongkok telah menunjukkan penurunan yang signifikan dalam tingkat polusi dan risiko kesehatan yang terkait. (Foto: earth.org)
Rencana aksi polusi udara nasional yang dibuat oleh otoritas Tiongkok telah menunjukkan penurunan yang signifikan dalam tingkat polusi dan risiko kesehatan yang terkait. (Foto: earth.org)

TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik bergerak mixed setelah Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) memangkas suku bunga pinjaman tenor satu tahun, tetapi mempertahankan suku bunga tenor lima tahun pada Senin (21/8).

Suku bunga pinjaman acuan (loan prime rate/ LPR) satu tahun terpangkas 10 basis poin (bps) dari 3,55% menjadi 3,45%, sedangkan LPR lima tahun tetap di 4,2%. LPR lima tahun juga berfungsi sebagai pasak untuk hipotek.

Reuters melaporkan, dalam jajak pendapat dari 35 pengamat pasar, semua peserta memperkirakan pemotongan kedua suku bunga setelah bank sentral Tiongkok secara tak terduga menurunkan suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengah minggu lalu.

ADVERTISEMENT

Indeks Hang Seng Hong Kong tergelincir 0,86%, sementara pasar saham Tiongkok daratan juga berada di wilayah negative dengan CSI 300 turun 0,28%.

Di Australia, S&P/ ASX 200 tergelincir 0,1%, tetapi pasar lain semuanya naik.

Nikkei 225 Jepang naik 0,32% dan Topix naik 0,24%. Kospi Korea Selatan naik 0,61%, sedangkan Kosdaq naik 1,87%.

Pada Jumat (18/8) di Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama berakhir mixed dan Dow Jones Industrial Average naik 0,07%. Namun, S&P 500 lebih rendah 0,01%, dan Nasdaq Composite turun 0,2%.

Baik S&P dan Nasdaq mencatat kerugian minggu ketiga berturut-turut, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak Februari untuk S&P dan Desember untuk Nasdaq.

Otoritas Tiongkok Pangkas LPR 1 Tahun

PBoC memangkas suku bunga pinjaman satu tahun tetapi menahan LPR lima tahun di 4,2%. Ini berbeda dengan ekspektasi dari para ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang memperkirakan kedua suku bunga akan diturunkan.

Langkah ini juga dilakukan setelah PBoC memangkas suku bunga pinjaman jangka pendeknya, serta suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengahnya minggu lalu.

Tingkat Tingkat fasilitas pinjaman jangka menengah (MLF) satu tahun diturunkan dari 2,65% menjadi 2,5%, sedangkan 7-day reverse repurchase rate (7-DRRR) dipotong dari 1,9% menjadi 1,8%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia