Saham Tiongkok dan Hong Kong Pimpin Kenaikan Pasca Simposium Ekonomi Jackson Hole
TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik memulai minggu perdagangan terakhir Agustus dengan lebih tinggi, pasca pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell mengatakan inflasi masih “terlalu tinggi” dan bank sentral “siap menaikkan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan”. Saham Tiongkok dan Hong Kong pimpin kenaikan.
Berbicara di Jackson Hole pada akhir pekan, Powell mengakui kemajuan telah dicapai dalam hal inflasi dan The Fed akan tetap fleksibel ketika mempertimbangkan langkah lebih lanjut. Pihaknya tidak memberikan sedikit indikasi mereka siap mulai menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Saham Tiongkok Daratan memimpin kenaikan di wilayah ini, dengan CSI 300 melonjak 3,27%. Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 2,4%, dipimpin oleh saham-saham sektor konsumen dan layanan kesehatan.
Nikkei 225 Jepang naik 0,93%, sedangkan Topix naik 0,89%. Kospi Korea Selatan naik 0,41%, sedangkan Kosdaq menguat 0,7%.
S&P/ ASX 200 Australia naik 0,47% pada pembukaannya, menjelang data penjualan ritel Juli yang diharapkan rilis pada Senin (28/8) malam.
Pada Jumat (25/8) di Amerika Serikat (AS), ketiga indeks utama naik dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,7%, S&P 500 bertambah sekitar 0,7% dan Nasdaq Composite naik sekitar 0,9%. Baik S&P maupun Nasdaq menghentikan penurunan tiga minggu berturut-turutnya.
Spread Treasury 2 dan 10 Tahun Rerdalam Sejak Agustus
Bagian kurva imbal hasil (yield) obligasi pemerintah As atau US Treasury yang diawasi ketat pada Jumat mencatat spread terluas sejak awal Agustus 2023.
Selisih antara yield Treasury tenor dua tahun dan 10 tahun mencapai titik terendah -83,50. Itu merupakan inversi terdalam sejak 10 Agustus ketika gap melebar ke -88,20.
Imbal hasil obligasi pemerintah tenor tahun mendekati level tertinggi sesi ini sebesar 5,095%, yang merupakan level tertinggi sejak 6 Juli ketika imbal hasil obligasi dua tahun setinggi 5,12%.
Sementara itu imbal hasil obligasi 10 tahun mendekati sesi tertinggi di 4,285% atau level tertinggi sejak 23 Agustus, ketika imbal hasil obligasi 10 tahun setinggi 4,32%.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


