Kamis, 14 Mei 2026

Saham Tiongkok dan Hong Kong Pimpin Kenaikan Pasca Simposium Ekonomi Jackson Hole 

Penulis : Grace El Dora
28 Aug 2023 | 08:42 WIB
BAGIKAN
Seseorang yang memakai masker pelindung berdiri di depan papan stok elektronik yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas pada 9 September 2022 di Tokyo, Jepang. (Foto: AP Photo/Eugene Hoshiko)
Seseorang yang memakai masker pelindung berdiri di depan papan stok elektronik yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas pada 9 September 2022 di Tokyo, Jepang. (Foto: AP Photo/Eugene Hoshiko)

TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik memulai minggu perdagangan terakhir Agustus dengan lebih tinggi, pasca pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell mengatakan inflasi masih “terlalu tinggi” dan bank sentral “siap menaikkan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan”. Saham Tiongkok dan Hong Kong pimpin kenaikan.

Berbicara di Jackson Hole pada akhir pekan, Powell mengakui kemajuan telah dicapai dalam hal inflasi dan The Fed akan tetap fleksibel ketika mempertimbangkan langkah lebih lanjut. Pihaknya tidak memberikan sedikit indikasi mereka siap mulai menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Saham Tiongkok Daratan memimpin kenaikan di wilayah ini, dengan CSI 300 melonjak 3,27%. Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 2,4%, dipimpin oleh saham-saham sektor konsumen dan layanan kesehatan.

Nikkei 225 Jepang naik 0,93%, sedangkan Topix naik 0,89%. Kospi Korea Selatan naik 0,41%, sedangkan Kosdaq menguat 0,7%.

ADVERTISEMENT

S&P/ ASX 200 Australia naik 0,47% pada pembukaannya, menjelang data penjualan ritel Juli yang diharapkan rilis pada Senin (28/8) malam.

Pada Jumat (25/8) di Amerika Serikat (AS), ketiga indeks utama naik dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,7%, S&P 500 bertambah sekitar 0,7% dan Nasdaq Composite naik sekitar 0,9%. Baik S&P maupun Nasdaq menghentikan penurunan tiga minggu berturut-turutnya.

Spread Treasury 2 dan 10 Tahun Rerdalam Sejak Agustus

Bagian kurva imbal hasil (yield) obligasi pemerintah As atau US Treasury yang diawasi ketat pada Jumat mencatat spread terluas sejak awal Agustus 2023.

Selisih antara yield Treasury tenor dua tahun dan 10 tahun mencapai titik terendah -83,50. Itu merupakan inversi terdalam sejak 10 Agustus ketika gap melebar ke -88,20.

Imbal hasil obligasi pemerintah tenor tahun mendekati level tertinggi sesi ini sebesar 5,095%, yang merupakan level tertinggi sejak 6 Juli ketika imbal hasil obligasi dua tahun setinggi 5,12%.

Sementara itu imbal hasil obligasi 10 tahun mendekati sesi tertinggi di 4,285% atau level tertinggi sejak 23 Agustus, ketika imbal hasil obligasi 10 tahun setinggi 4,32%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 57 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia