Mayoritas Bursa Asia Menguat, Saat Data Tiongkok Melemah
TOKYO, investor.id – Mayoritas bursa Asia Pasifik menguat pada perdagangan Kamis (31/8). Di sisi lain, data terbaru menunjukkan aktivitas pabrik di Tiongkok mengalami kontraksi selama lima bulan berturut-turut pada Agustus.
Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur negara itu resmi berada pada angka 49,7, mewakili tingkat kontraksi yang lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebesar 49,4 dan angka pada bulan sebelumnya sebesar 49,3.
Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 0,8%, dan saham-saham Tiongkok daratan berada di wilayah negatif, dengan indeks CSI 300 naik tipis.
Nikkei 225 Jepang menguat 0,58% dan Topix naik 0,53%, karena penjualan ritel di negara itu melonjak lebih dari yang diharapkan pada Juli. Angka penjualan ritel naik 6,8% dari tahun ke tahun (YoY), dibandingkan dengan kenaikan 5,4% yang diperkirakan oleh jajak pendapat Reuters.
Namun, Kospi Korea Selatan turun 0,26% karena produksi industri turun 8% YoY pada Juli, menandai kontraksi 10 bulan berturut-turut. Kosdaq menguat 0,53%.
S&P/ ASX 200 Australia naik tipis, dalam laju kenaikan hari keempat berturut-turut.
Pada Rabu (30/8) di Amerika Serikat (AS), ketiga indeks utama menguat. S&P 500 mencatatkan kenaikan berturut-turut selama empat hari, karena investor menilai data ekonomi baru AS.
Pertumbuhan produk domestik bruto tahunan (PDB) AS untuk kuartal II-2023 direvisi turun pada Rabu menjadi 2,1% dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,4%.
Indeks pasar luas naik 0,38%, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,11%. Nasdaq Composite yang padat teknologi naik 0,54%.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler


