Kamis, 14 Mei 2026

Tiga Negara Tolak Peta LTS Versi Tiongkok

Penulis : Happy Amanda Amalia
31 Aug 2023 | 22:53 WIB
BAGIKAN
Peta Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan. ( Foto: AFP )
Peta Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan. ( Foto: AFP )

MANILA, investor.id – Tiga negara Asia, yakni Filipina, Malaysia dan Taiwan pada Kamis (31/08/2023), menolak peta terbaru Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang dirilis Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), karena menunjukkan klaim kedaulatannya atas wilayah LTS. Tetapi, Pemerintah RRT meminta semua pihak untuk melihatnya secara rasional dan obyektif.

Peta yang dirilis Tiongkok pada Senin (28/08/2023) menunjukkan garis berbentuk U, yang mencakup sekitar 90% dari Laut Tiongkok Selatan. LTS menjadi sumber perselisihan di salah satu perairan yang paling diperebutkan di dunia, karena wilayah ini merupakan jalur perdagangan dengan nilai US$ 3 triliun setiap tahun.

Pada Kamis, Pemerintah Filipina meminta Tiongkok untuk bertindak secara bertanggung jawab dan mematuhi kewajibannya di bawah hukum internasional, dan keputusan arbitrase tahun 2016 yang menyatakan bahwa garis tersebut tidak memiliki dasar hukum.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, otoritas Malaysia mengatakan sudah mengajukan protes diplomatik atas peta tersebut.

Sedangkan Pemerintah RRT menanggapi dengan menyatakan bahwa garis tersebut didasarkan pada peta sejarahnya. Selain itu, belum diketahui dengan jelas apakah  peta versi terbaru ini menunjukkan adanya klaim baru atas wilayah tersebut.

Sebagai informasi, garis berbentuk U milik Tiongkok itu melingkar sejauh 1.500 km (932 mil) di selatan pulau Hainan, dan memotong zona ekonomi eksklusif (ZEE) Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Indonesia.

“Upaya terbaru untuk melegitimasi kedaulatan, dan yurisdiksi yang diklaim oleh Tiongkok atas fitur-fitur dan zona maritim Filipina ini tidak memiliki dasar di bawah hukum internasional,” demikian penjelasan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Filipina.

Di sisi lain, Kemlu Malaysia mengatakan bahwa peta baru tersebut tidak memiliki otoritas yang mengikat atas Malaysia, yang juga memandang LTS sebagai masalah yang kompleks dan sensitif.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 27 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 36 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 53 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia