Kamis, 14 Mei 2026

Tiga Negara Tolak Peta LTS Versi Tiongkok

Penulis : Happy Amanda Amalia
31 Aug 2023 | 22:53 WIB
BAGIKAN
Peta Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan. ( Foto: AFP )
Peta Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan. ( Foto: AFP )

Sembilan Garis Putus-putus

Peta LTS terbaru tampak berbeda dengan versi lebih sederhana yang diserahkan oleh Tiongkok ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2009, yang mencakup sembilan garis putus-putus atau nine-dash line.

Pada peta terbaru memiliki wilayah geografis yang lebih luas dan memiliki 10 garis putus-putus, yang mencakup Taiwan. Ini mirip dengan peta Tiongkok pada 1948. Sebelumnya, Tiongkok juga menerbitkan peta dengan garis putus-putus ke-10 pada 2013.

Ketika ditanya mengenai peta terbaru ini, Juru bicara Kemlu Jeff Liu mengungkapkan bahwa Taiwan sama sekali bukan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok.

ADVERTISEMENT

“Tidak peduli bagaimana Pemerintah Tiongkok memutarbalikkan posisinya atas kedaulatan Taiwan, hal itu tidak dapat mengubah fakta obyektif keberadaan negara kami,” ujar dia dalam konferensi pers.

Guna meningkatkan kesadaran peta negara, lembaga penyiaran televisi China Central Television pada Selasa (29/08/2023) melaporkan bahwa Tiongkok saat ini sedang mengadakan "pekan publisitas kesadaran peta nasional.”

Ketika ditanya mengapa Tiongkok merilis peta terbaru dengan versi 10 garis dibandingkan dengan peta sembilan garis, Juru bicara Kemlu Wang Wenbin mengatakan bahwa Tiongkok tidak pernah ragu-ragu tentang wilayahnya.

“Posisi Tiongkok dalam masalah LTS selalu jelas. Otoritas yang berwenang di Tiongkok secara teratur memperbarui dan merilis berbagai jenis peta standar setiap tahun. Kami berharap pihak-pihak terkait dapat melihat hal ini secara objektif dan rasional,” tuturnya.

Sedangkan Pemerintah India pada Selasa mengatakan, telah mengajukan protes keras kepada RRT atas peta baru yang mengklaim wilayah India dan menjadi gangguan terbaru dalam hubungan yang penuh tantangan antara kedua negara raksasa di Asia ini.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 57 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia