Fed Menilai Kurang Mendesak untuk Naikkan Suku Bunga Lagi
WASHINGTON, investor.id – Para pejabat Federal Reserve (Fed) semakin tidak yakin mengenai perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut. Hal ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan mereka dalam memerangi inflasi, menurut laporan Wall Street Journal.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang menetapkan suku bunga bank sentral kemungkinan masih akan menyetujui kenaikan suku bunga pada pertemuan minggu depan. Pihaknya mengindikasikan satu langkah kenaikan lagi kemungkinan akan dilakukan sebelum akhir tahun ini.
Namun, seiring dengan membaiknya data inflasi, kesediaan anggota komite untuk melakukan terlalu banyak upaya melawan inflasi dibandingkan melakukan terlalu sedikit inflasi mulai berubah, kata laporan tersebut.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, sejumlah pejabat mengatakan keseimbangan risiko telah bergeser dan mereka kini merasa tidak terlalu mendesak untuk melakukan pengetatan.
Perkiraan pasar menunjukkan peluang 44,6% dari kenaikan suku bunga final pada pertemuan November 2023, menurut data CME Group.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






