Jumat, 15 Mei 2026

70% Praktik Greenwashing Dilakukan Perbankan

Penulis : Happy Amanda Amalia
4 Okt 2023 | 11:56 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja berdiri di dekat lubang penambangan di tambang nikel
PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia, pada Selasa
(12/09/2023). Permintaan akan bahan tambang langka seperti nikel dan
kobalt melonjak seiring perubahan iklim meningkatkan transisi ke energi
terbarukan, tapi juga meningkatkan emisi karbon oleh perusahaan tambang
dan pemroses bahan tambang. (Foto: AP Photo/Dita Alangkara)
Seorang pekerja berdiri di dekat lubang penambangan di tambang nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia, pada Selasa (12/09/2023). Permintaan akan bahan tambang langka seperti nikel dan kobalt melonjak seiring perubahan iklim meningkatkan transisi ke energi terbarukan, tapi juga meningkatkan emisi karbon oleh perusahaan tambang dan pemroses bahan tambang. (Foto: AP Photo/Dita Alangkara)

LONDON, investor.id – Perusahaan data lingkungan, sosial dan tata kelola (environmental, social and governance/ESG) RepRisk pada Selasa (03/10/2023) merilis laporan yang menunjukkan peningkatan jumlah kasus praktik greenwashing oleh perbankan dan lembaga-lembaga jasa keuangan di seluruh dunia. Menurut catatan, peningkatan kasus mencapai 70% dalam 12 bulan terakhir dari 12 bulan sebelumnya.

Laporan menyebutkan, penambahan kasus itu sebagian besar disumbang oleh lembaga-lembaga keuangan Eropa, dan kebanyakan dari greenwashing turut melibatkan klaim-klaim seputa bahan bakar fosil.

Dalam catatan RepRisk, sebanyak 148 kasus berasal dari industri perbankan dan jasa keuangan secara global dalam 12 bulan hingga akhir September 2023. Angka ini naik dari 86 kasus selama 12 bulan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Dari 148 kasus tersebut, 106 di antaranya dilakukan oleh lembaga keuangan Eropa.

Sebagai informasi, greenwashing melibatkan organisasi-organisasi yang membuat klaim menyesatkan terkait keberlanjutan (sustainability) kepada investor atau konsumen, biasanya untuk meningkatkan reputasi dan keuntungannya.

“Lebih dari 50% dari insiden risiko greenwashing terkait iklim ini menyebutkan bahan bakar fosil, atau mengaitkan lembaga keuangan dengan perusahaan minyak dan gas. Insiden-insiden ini tidak terjadi secara terpisah dan para regulator makin sadar akan skala masalahnya,” demikian pernyataan dari RepRisk, yang dilansir Reuters.

Pada Juni 2023, pengawas Uni Eropa mengatakan bahwa bank-bank, perusahaan asuransi dan perusahaan investasi di seluruh blok tersebut telah membuat klaim menyesatkan mengenai kredensial keberlanjutan mereka kepada para investor.

Laporan RepRisk menyampaikan, industri perbankan dan jasa keuangan berada di urutan kedua setelah minyak dan gas dalam hal jumlah insiden greenwashing. Bahkan dalam temuannya, praktik-praktik greenwashing secara lebih luas sedang meningkat.

“Satu dari setiap empat insiden risiko ESG terkait iklim terkait dengan greenwashing, meningkat dari satu dari lima insiden tahun lalu. Selain itu, satu dari tiga perusahaan yang terkait dengan greenwashing juga terlibat dalam praktik yang disebut sebagai social washing,” tuturnya.

Dalam definisi RepRisk, social washing adalah praktik yang dilakukan perusahaan-perusahaan dengan menampilkan citra positif dan mengaburkan masalah sosial yang mendasarinya – seperti pelanggaran hak asasi manusia dan keterlibatan perusahaan, atau dampaknya terhadap masyarakat – demi melindungi reputasi dan kinerja keuangan mereka.

“Komunikasi yang menyesatkan seputar topik lingkungan dan sosial tidak hanya menghambat kemajuan menuju tujuan bersama, tetapi juga merusak kepercayaan konsumen dan investor,” demikian tulis RepRisk dalam laporan terbarunya.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia