Sabtu, 4 April 2026

Perang Darat di Gaza Diprediksi Lebih Berdarah

Penulis : Happy Amanda Amalia
6 Nov 2023 | 18:49 WIB
BAGIKAN
Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel mencegat roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza, di Israel tengah, pada Minggu (05/11/2023). (Foto: AP Photo/Oded Balilty)
Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel mencegat roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza, di Israel tengah, pada Minggu (05/11/2023). (Foto: AP Photo/Oded Balilty)

JALUR GAZA, investor.id – Serangan darat Israel di Gaza yang dimulai pekan lalu terus bergulir dan merangsek bertahap di sepanjang tiga titik utama, yakni dari utara, di mana unit-unit lapis baja dan mekanik bergerak ke Gaza City dalam dua kelompok di garis depan sepanjang 6 km. Sementara pasukan terkuat melaju langsung ke bagian tengah aglomerasi perkotaan dan mencapainya tanpa halangan atau kerugian yang berarti.

Demikian diungkap Zoran Kusovac, seorang analis geopolitik dan keamanan, juga koresponden perang, yang dilansir Al-Jazeera pada Minggu (05/11/2023) .

Sedangkan pasukan kedua bergerak di sepanjang pantai Mediterania. Meskipun telah merangsek lebih jauh ke selatan daripada unit-unit yang mendorong ke arah kota, tampaknya pasukan ini belum sepenuhnya memutus akses Gaza City ke laut.

Advertisement

Adapun pasukan ketiga bergerak maju dari arah timur, melintasi medan yang relatif mudah karena terdiri atas padang pasir dan lahan pertanian, dengan beberapa dusun kecil yang tidak cocok untuk membangun pertahanan yang kuat. Kelompok ini dilaporkan mencapai laut, memotong bagian utara Jalur Gaza, dengan Gaza City, dari arah selatan, seperti yang diprediksi tiga minggu lalu.

Diakui oleh Kusovac bahwa tidak mudah menetapkan fakta-fakta di lapangan. Namun informasi dari kedua belah pihak dan non-kombatan tampaknya mengkonfirmasi bahwa garis depan telah bergerak.

Ia mengatakan, sulit untuk menentukan bagaimana pertempuran darat sedang berlangsung dan bagaimana kinerja kedua militer. Belum lagi hanya ada sedikit informasi yang dapat diandalkan, dan banyak klaim yang belum diverifikasi atau tidak dapat diverifikasi.

Di samping itu, ada sedikit pengamat di lapangan yang memiliki kemampuan untuk mengenali detail taktik dan operasi kedua belah pihak, serta memiliki integritas dan ketidakberpihakan untuk melaporkannya.

“Analis seperti saya harus mengandalkan pengalaman masa perang kami sendiri dan keterampilan dalam membaca apa yang tersirat dari rilis media dan pengumuman resmi. Hal-hal tersebut hampir pasti mengandung fakta-fakta yang dibumbui dengan propaganda dan kebohongan, yang ditanamkan untuk menyesatkan para pengamat atau mengaburkan isu-isu yang tidak menyenangkan,” ujarnya.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 14 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 23 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 60 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia