Perang Darat di Gaza Diprediksi Lebih Berdarah
JALUR GAZA, investor.id – Serangan darat Israel di Gaza yang dimulai pekan lalu terus bergulir dan merangsek bertahap di sepanjang tiga titik utama, yakni dari utara, di mana unit-unit lapis baja dan mekanik bergerak ke Gaza City dalam dua kelompok di garis depan sepanjang 6 km. Sementara pasukan terkuat melaju langsung ke bagian tengah aglomerasi perkotaan dan mencapainya tanpa halangan atau kerugian yang berarti.
Demikian diungkap Zoran Kusovac, seorang analis geopolitik dan keamanan, juga koresponden perang, yang dilansir Al-Jazeera pada Minggu (05/11/2023) .
Sedangkan pasukan kedua bergerak di sepanjang pantai Mediterania. Meskipun telah merangsek lebih jauh ke selatan daripada unit-unit yang mendorong ke arah kota, tampaknya pasukan ini belum sepenuhnya memutus akses Gaza City ke laut.
Adapun pasukan ketiga bergerak maju dari arah timur, melintasi medan yang relatif mudah karena terdiri atas padang pasir dan lahan pertanian, dengan beberapa dusun kecil yang tidak cocok untuk membangun pertahanan yang kuat. Kelompok ini dilaporkan mencapai laut, memotong bagian utara Jalur Gaza, dengan Gaza City, dari arah selatan, seperti yang diprediksi tiga minggu lalu.
Diakui oleh Kusovac bahwa tidak mudah menetapkan fakta-fakta di lapangan. Namun informasi dari kedua belah pihak dan non-kombatan tampaknya mengkonfirmasi bahwa garis depan telah bergerak.
Ia mengatakan, sulit untuk menentukan bagaimana pertempuran darat sedang berlangsung dan bagaimana kinerja kedua militer. Belum lagi hanya ada sedikit informasi yang dapat diandalkan, dan banyak klaim yang belum diverifikasi atau tidak dapat diverifikasi.
Baca Juga:
Israel Tidak Mau BerhentiDi samping itu, ada sedikit pengamat di lapangan yang memiliki kemampuan untuk mengenali detail taktik dan operasi kedua belah pihak, serta memiliki integritas dan ketidakberpihakan untuk melaporkannya.
“Analis seperti saya harus mengandalkan pengalaman masa perang kami sendiri dan keterampilan dalam membaca apa yang tersirat dari rilis media dan pengumuman resmi. Hal-hal tersebut hampir pasti mengandung fakta-fakta yang dibumbui dengan propaganda dan kebohongan, yang ditanamkan untuk menyesatkan para pengamat atau mengaburkan isu-isu yang tidak menyenangkan,” ujarnya.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


