Jumat, 15 Mei 2026

The Washington Post Hapus Kartun Editorial “Perisai Manusia”

Penulis : Happy Amanda Amalia
9 Nov 2023 | 23:58 WIB
BAGIKAN
The Washington Post, sebuah surat kabar harian Amerika Serikat yang diterbitkan di Washington, D.C. (Foto: Istimewa)
The Washington Post, sebuah surat kabar harian Amerika Serikat yang diterbitkan di Washington, D.C. (Foto: Istimewa)

WASHINGTON, investor.id – Surat kabar harian Amerika Serikat (AS), The Washington Post menghapus kartun editorial yang diterbitkan pada Rabu (08/11/2023) waktu setempat setelah mendapat kritikan, karena dianggap rasis dan tidak berperikemanusiaan terhadap warga Palestina. Kartun berjudul Human Shields atau “Perisai Manusia” itu menggambarkan seorang pemimpin Hamas yang menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Dalam catatan yang ditujukan kepada para pembaca, David Shipley, sebagai editor halaman editorial The Post, mengatakan bahwa kartun tersebut pada awalnya dimaksudkan untuk membuat karikatur seorang juru bicara Hamas. Namun, reaksi terhadap karikatur itu meyakinkannya bahwa ia telah melewatkan sesuatu yang mendalam dan memecah belah.

“Rubrik kami ditujukan menemukan kesamaan, memahami ikatan yang menyatukan kita, bahkan di saat-saat yang paling gelap sekalipun. Dengan semangat ini, kami telah menurunkan gambar tersebut,” demikian tulis Shipley, yang dikutip dari laman The Washington Post

Rubrik opini itu juga memuat beberapa surat pembaca yang mengkritik keputusan untuk menayangkan kartun tersebut.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, karikatur karya Michael Ramirez yang berjudul “Perisai Manusia” menuai kecaman pada Rabu, baik karena pesannya maupun karena penggambaran yang berlebihan terhadap subyek Palestina.

Dalam karikatur itu digambarkan sosok pria berhidung besar dan bermulut mancung, yang diberi label” Hamas”, berdiri dengan badan terikat tali bersama empat anak di sisi depan yang ketakutan dan seorang perempuan berjilbab tengah meringkuk.

“Beraninya Israel menyerang warga sipil...,” demikian keterangan yang tertera pada kartun itu.

Sementara di media sosial, beberapa pembaca menyebut (kartun) itu sebagai sebuah “selera yang buruk.”

The Washington Post Hapus Kartun Editorial “Perisai Manusia”
Kartun "Perisai Manusia" yang dimuat dan kemudian dihapus oleh The Washington Post setelah mendapat kritikan. (Foto: Al Jazeera)

Penyair Amerika keturunan Palestina, Remi Kanazi dalam unggahan di Instagram menulis: “Inilah Washington Post. Ini adalah jenis rasisme anti-Palestina yang dapat diterima untuk dipublikasikan."

Sedangkan aktivis sayap kiri Inggris Owen Jones menyebut kartun tersebut sebagai contoh "dehumanisasi rasis."

Kartun itu juga muncul di koran cetak pada Selasa (07/11/2023), ditampilkan dengan jelas di halaman opini, di bawah kolom yang ditulis oleh dewan editorial tentang perdebatan GOP dan dikelilingi oleh surat-surat yang ditujukan ke editor.

Ramirez sendiri merupakan pemenang Hadiah Pulitzer dua kali sebagai staf di media Las Vegas, Review-Journal. Ia mulai mengirimkan kartun untuk The Post pada Mei. The Post menerbitkan karyanya hampir setiap minggu selama musim panas, sementara kartun "Perisai Manusia" adalah yang pertama kali muncul sejak akhir September, beberapa minggu sebelum terjadi serangan oleh Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Ramirez, bagaimanapun juga, telah membahas konflik tersebut dalam beberapa kartun untuk Review-Journal. Minggu lalu ia menerbitkan satu kartun yang menunjukkan seorang wanita mengenakan kaos Black Lives Matter, memegang sebuah papan bertuliskan Terrorist Lives Matter” dan Blame Israel. Support Hamas.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 10.000 orang di Gaza telah terbunuh pasca serangan 7 Oktober, yang menyebabkan 1.400 orang tewas dan menyandera sekitar 240 orang.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) mengatakan bahwa pihak berwenang Israel melaporkan sedikitnya 31 anak terbunuh dalam serangan Hamas dan setelahnya.

Pekan lalu, Direktur Save the Children untuk wilayah Palestina Jason Lee menyampaikan kepada wartawan Post bahwa setiap 5 warga sipil tewas di Gaza, dua diantaranya adalah anak-anak.

Walau Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengatakan berusaha menghindari korban sipil dengan menyerang target militer yang sah dan memperingatkan warga sipil untuk mengungsi, fakta di lapangan menunjukkan hampir tidak mungkin bagi 2,3 juta penduduk Gaza untuk pergi.

Seluruh bangunan dan blok-blok tempat tinggal warga Gaza pun sudah dimusnahkan, dan jalan-jalan yang menghubungkan bagian utara dan selatan Gaza telah dibom.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia