Indonesia Ingatkan Mandat DK PBB untuk Perdamaian di Palestina
JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia mengingatkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) memiliki mandat untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Mandat ini tidak menoleransi perang apalagi genosida seperti yang terjadi atas rakyat Palestina.
“Pertanyaan saya kepada DK PBB adalah sudah berapa banyak resolusi mengenai Palestina telah diadopsi? Dan berapa banyak yang telah dilaksanakan?” papar Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi, Rabu (23/1) di New York, Amerika Serikat (AS).
Ia mengeluarkan pernyataan itu usai berbicara dalam debat terbuka DK PBB tentang konflik Israel dengan Hamas di markas besar PBB di New York.
Pernyataan itu sengaja disampaikan Retno di hadapan DK PBB karena Indonesia melihat banyak resolusi yang dilanggar terkait konflik di jalur Gaza. Tetapi hingga saat ini tidak pernah ada sanksi bagi para pelanggar.
Lebih lanjut, Retno mempertanyakan ke mana warga dan korban Palestina harus mengadu jika DK PBB selama gagal menjalankan resolusi yang dibuatnya sendiri. Warga Palestina yang menjadi korban terus bertambah, sementara Israel tidak dihukum.
“Israel harus bertanggung jawab atas tindakannya, termasuk kekejaman di Gaza. Tidak ada negara yang kebal hukum,” kata tegas Retno.
“Sekali lagi, saya mendesak anggota DK untuk segera menghentikan ketakutan yang setiap hari dihadapi oleh warga Palestina di Gaza dan juga di Tepi Barat,” sambungnya.
Dewan Keamanan PBB beranggotakan 10 negara, yang lima di antaranya adalah anggota tetap dan memiliki hak veto. Dengan demikian, anggotanya bisa membatalkan upaya DK untuk mengesahkan resolusi apa pun.
Kelima negara dengan hak veto itu adalah AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.
Retno juga menyoroti lebih dari 25.000 ribu korban di Palestina, sedangkan penduduk yang kelaparan dan kedinginan bertambah karena DK PBB lamban bertindak.
“Saya tekankan semua dari kita memiliki tanggung jawab untuk menghormati Hukum Humaniter Internasional tanpa kecuali, termasuk (dalam merespons) situasi di Gaza,” imbuhnya.
Debat terbuka DK PBB merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan dalam tiga bulan terakhir untuk merespons perang Israel di Gaza, yang serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.
Keikutsertaan Menlu Retno dalam pertemuan itu dinyatakan pemerintah sebagai komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan bangsa Palestina.
Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza, sejak serangan lintas batas oleh kelompok pejuang Hamas Palestina. Otoritas Israel menyatakan serangan ini menewaskan 1.200 warga.
Di sisi lain, otoritas kesehatan Palestina sedikitnya 25.295 warga, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, menjadi korban akibat serangan Israel. Sebanyak 63.000 orang lainnya dilaporkan luka-luka.
Gempuran Israel juga menyebabkan 85% penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, mengutip data PBB.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


