Jumat, 15 Mei 2026

Perdagangan Rusia-China Kian Kuat, Rekornya Rp 3,56 Kuadriliun

Penulis : Grace El Dora
9 Feb 2024 | 20:02 WIB
BAGIKAN
Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kompleks Forumlar Majmuasi di Samarkand, Uzbekistan pada 15 September 2022. (Foto: Xinhua/Ju Peng)
Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kompleks Forumlar Majmuasi di Samarkand, Uzbekistan pada 15 September 2022. (Foto: Xinhua/Ju Peng)

JAKARTA, investor.id – Perdagangan Rusia dan China kian menguat, bahkan kini telah mencapai rekor volume perdagangan US$ 227,7 miliar (sekitar Rp 3,56 kuadriliun) pada 2023. Presiden kedua negara saling mengucapkan selamat untuk merayakan pencapaian ini lewat sebuah panggilan telepon.

Menurut data yang dilansir kantor berita Turki Andolu, angka perdagangan Rusia dan China melampaui target yang ditetapkan para pemimpin kedua negara satu tahun lebih awal. Pernyataan ini dirilis secara resmi oleh Kremlin pada Kamis (8/2) waktu setempat.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping menyimpulkan hasil tersebut merupakan dampak pengembangan kemitraan dan kerja sama bilateral strategis.

ADVERTISEMENT

Mereka menyatakan minat bersama untuk lebih meningkatkan kerja sama di semua bidang. Perwakilan pemerintah Rusia mencatat pada 2024 kedua negara itu memperingati 75 tahun hari jadi hubungan diplomatik mereka.

"Kedua belah pihak menegaskan kesiapan mereka untuk meningkatkan koordinasi kebijakan luar negeri dalam kerangka berbagai struktur multilateral, khususnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), BRICS, dan Organisasi Kerja Sama Shanghai," kata pernyataan resmi pemerintah Rusia

Saat bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah, Putin dan Xi mendukung penyelesaian politik dan diplomatik masalah Palestina dalam kerangka hukum internasional yang diakui secara umum.

Putin menegaskan kembali dukungan Rusia terhadap kebijakan “Satu China” ketika berbicara tentang ketegangan di sekitar Taiwan. Kedua pemimpin itu juga membahas situasi di Ukraina.

“(Putin dan Xi juga) menekankan interaksi erat Rusia-China merupakan faktor stabilisasi yang penting dalam urusan dunia," ungkap Kremlin.

Media plat merah China melaporkan Xi menekankan kedua belah pihak harus mengintensifkan koordinasi strategis, menjaga kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan masing-masing.

“Serta dengan tegas menentang campur tangan kekuatan eksternal dalam urusan dalam negeri. Kedua belah pihak harus memupuk momentum baru untuk kerja sama bilateral (dan) menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan," ujar Xi kepada Putin.

Presiden China itu menambahkan, negara mereka harus "bersama mengadakan pertukaran budaya yang menghubungkan hati kedua bangsa dan terus memperketat hubungan kebersamaan rakyatnya".

Xi juga mengatakan China dan Rusia harus mendukung Kazakhstan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai tahun ini. “Meningkatkan persatuan dan rasa saling percaya, dan menjaga keamanan dan stabilitas regional serta kepentingan bersama negara-negara kawasan," lanjutnya.

Ia juga mendukung Rusia dalam mengambil alih jabatan presiden BRICS tahun ini.

Xi menjelaskan pemerintah China bersedia bekerja sama dengan Rusia untuk memperkuat koordinasi mulitlateral internasional, mempraktikkan mulilateralisme sejati, mendukung dunia multipolar yang setara dan tertib serta globalisasi ekonomi yang menguntungkan semua pihak.

“Menjadikan sistem pemerintahan global lebih adil dan masuk akal, sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia," tambahnya.

Pembicaraan lewat telepon kedua pemimpin itu terjadi satu hari setelah Bank Komersial Chouzhou China, salah satu bank terbesar bagi eksportir Rusia, memberi tahu para kliennya di Rusia dan Belarus mereka mengakhiri semua operasinya di sana karena masalah pembayaran terkait dengan sanksi dari Barat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia