UNICEF: Kematian Anak di Gaza Meningkat Pesat
ANKARA, investor.id – UNICEF, badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memperingatkan soal kematian anak korban konflik di Jalur Gaza terus meningkat. Serangan ke wilayah tersebut terus berlanjutnya serangan dan pengepungan Israel terhadap wilayah tersebut.
Sedikitnya 15 anak Palestina di antara puluhan ribu korban jiwa. Anak-anak ini dehidrasi dan kekurangan gizi di Rumah Sakit Kamal Adwan, Jalur Gaza utara, saat Israel memperketat blokade yang melumpuhkan di daerah tersebut, menurut laporan otoritas kesehatan setempat.
“Kemungkinan ada lebih banyak anak-anak yang berjuang untuk hidup di salah satu dari sedikit rumah sakit yang tersisa di Gaza, dan kemungkinan lebih banyak lagi anak-anak di utara yang tidak bisa mendapatkan perawatan sama sekali,” papar Direktur regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Adele Khodr dalam pernyataan yang dikutip Senin (4/3).
Ia menambahkan, kematian tragis dan mengerikan ini disebabkan oleh ulah manusia, dapat diprediksi, dan sepenuhnya dapat dicegah.
UNICEF mengatakan kurangnya makanan bergizi, air bersih, dan layanan medis di Gaza adalah konsekuensi langsung dari hambatan akses dan berbagai bahaya yang dihadapi operasi kemanusiaan PBB.
Menurut badan PBB tersebut, hampir 16% atau satu dari enam anak di bawah usia dua tahun mengalami kekurangan gizi akut di Gaza utara, menurut laporan kantor berita Turki Anadolu.
“Sekarang, kematian anak-anak yang kita khawatirkan telah terjadi dan kemungkinan akan meningkat pesat, kecuali perang berakhir dan hambatan terhadap bantuan kemanusiaan segera diselesaikan,” tambah Khodr dengan nada peringatan.
Dia meminta agar lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan diperbolehkan membawa bantuan ke Gaza dari semua jalur penyeberangan, termasuk ke Gaza utara.
“Rasa tidak berdaya dan putus asa di antara orang tua dan dokter saat menyadari bantuan untuk menyelamatkan nyawa, yang hanya berjarak beberapa kilometer, berada di luar jangkauan, pastilah sangat tidak tertahankan. Namun yang lebih buruk lagi adalah tangisan kesedihan dari bayi-bayi yang perlahan-lahan binasa di bawah sorotan dunia,” ujar Khodr.
“Kehidupan ribuan bayi dan anak-anak bergantung pada tindakan segera yang diambil saat ini,” imbuhnya.
Baca juga:
Tercatat setidaknya 30.410 korban jiwa sebagian besar perempuan dan anak-anak, sedangkan dan 71.700 korban lainnya terluka, ditambah kehancuran massal, pengungsian, dan kondisi kelaparan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






