Jumat, 15 Mei 2026

5 Tewas, 10 Terluka karena Parasut Bawa Bantuan ke Gaza Gagal Terbuka

Penulis : Grace El Dora
9 Mar 2024 | 16:10 WIB
BAGIKAN
Terjun payung mematikan terjadi di utara kamp pengungsi pesisir Al-Shati, saat membawa bantuan dengan parasut yag turun dari pesawat. (Foto: Reuters)
Terjun payung mematikan terjadi di utara kamp pengungsi pesisir Al-Shati, saat membawa bantuan dengan parasut yag turun dari pesawat. (Foto: Reuters)

GAZA CITY, investor.id – Seorang petugas medis di rumah sakit terbesar di Gaza mengatakan pada Jumat (8/3) bantuan kemanusiaan di utara wilayah Palestina menewaskan lima orang dan melukai 10 orang lainnya. Bantuan ini dibawa orang yang diturunkan dari pesawat dengan cara terjun payung.

Para korban dibawa ke rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza, kata kepala perawat ruang gawat darurat Mohammed al-Sheikh seperti dilansir AFP, Sabtu (9/3).

Sheikh mengatakan terjun payung (airdrop) mematikan itu terjadi di utara kamp pengungsi pesisir Al-Shati.

ADVERTISEMENT

Seorang saksi dari kamp pengungsian mengatakan dirinya dan saudaranya mengikuti bantuan dengan parasut dengan harapan mendapatkan “sekantong tepung”. Lalu tiba-tiba beberapa parasut terlihat tidak terbuka kemudian jatuh seperti roket di atap salah satu rumah, kata Mohammed al-Ghoul.

“Sepuluh menit kemudian saya melihat orang-orang memindahkan tiga orang syuhada dan lainnya yang terluka, yang tinggal di atap rumah tempat paket bantuan jatuh,” ujar pria berusia 50 tahun itu, Jumat.

Amerika Serikat (AS) dan Yordania termasuk di antara negara-negara yang melakukan pemberian bantuan kemanusiaan lewat jalur udara di Gaza utara. Di tempat tersebut, ratusan ribu orang menghadapi kondisi yang mengerikan setelah perang yang dimulai lebih dari lima bulan lalu.

Sumber militer Yordania memaparkan kerajaan tersebut tidak terlibat dalam jatuhnya pesawat yang fatal kemarin.

Dinilai Sia-sia

“Kerusakan teknis yang menyebabkan beberapa parasut pembawa bantuan tidak terbuka dan jatuh bebas ke tanah saat penerjunan udara di Gaza pada Jumat bukan berasal dari pesawat Yordania,” kata sumber tersebut.

“Empat pesawat Yordania yang melakukan penerjunan udara bekerja sama dengan lima negara lainnya menjalankan misinya tanpa gangguan apa pun,” sambungnya.

Terkait tewasnya lima orang itu, kantor media pemerintah di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan pengiriman bantuan itu “sia-sia” dan “bukan cara terbaik bagi bantuan untuk masuk”

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pengiriman bantuan lewat udara atau usulan koridor bantuan maritim tidak bisa menggantikan pengiriman darat. Pihaknya mendesak agar lebih banyak truk diizinkan mencapai Gaza melalui lebih banyak penyeberangan perbatasan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia