Jumat, 15 Mei 2026

Krisis Boeing Max Paksa Maskapai Kurangi Penerbangan

Penulis : Grace El Dora
13 Mar 2024 | 13:18 WIB
BAGIKAN
Foto udara menunjukkan pesawat Boeing 737 Max diparkir di landasan Pabrik Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat (AS) pada 21 Maret 2019. (Foto: Lindsey Wasson / Reuters)
Foto udara menunjukkan pesawat Boeing 737 Max diparkir di landasan Pabrik Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat (AS) pada 21 Maret 2019. (Foto: Lindsey Wasson / Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Krisis model Max terbaru di Boeing memaksa beberapa pelanggan terbesarnya untuk memikirkan kembali rencana pertumbuhan mereka tahun ini. Beberapa CEO maskapai penerbangan kini menyoroti bagaimana para pembeli utama Boeing merasakan dampak dari masalah-masalah yang dihadapi perusahaan ini.

Boeing mengalami masalah pengendalian kualitas yang semakin besar, peningkatan produksi yang lambat, dan sertifikasi pesawat baru terlambat beberapa tahun dari jadwal.

Maskapai penerbangan Southwest, yang hanya menerbangkan Boeing 737, memangkas perkiraan kapasitas 2024. Pihaknya sedang mengevaluasi kembali pedoman keuangan tahun ini, dengan alasan pengiriman Boeing lebih kecil dari perkiraan sebelumnya yakni hanya 46 pesawat Boeing 737 Max dari sebelumnya 79 unit pesawat Max.

ADVERTISEMENT

“Boeing perlu menjadi perusahaan yang lebih baik dan pengirimannya akan mengikuti hal tersebut,” ujar CEO Southwest Airlines Bob Jordan dalam konferensi industri JPMorgan, Selasa (12/3).

Alaska Airlines mengatakan pada hari yang sama, perkiraan kapasitas 2024 berubah-ubah karena ketidakpastian mengenai waktu pengiriman pesawat. “Sebagai akibat dari meningkatnya pengawasan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) dan Departemen Kehakiman (DoJ) terhadap Boeing dan operasinya,” kata dia.

CEO United Airlines Scott Kirby mengatakan pada konferensi JPMorgan pada hari itu, maskapai tersebut telah meminta Boeing untuk berhenti membuat pesawat Max 10, sebuah pesawat yang belum disertifikasi oleh FAA. Mereka juga meminta Boeing memproduksi lebih banyak Max 9, yang sudah bisa terbang.

“Tidak mungkin untuk mengatakan kapan Max 10 akan mendapatkan sertifikasi,” kata Kirby. Pada Januari 2024, Kirby mengatakan maskapai tersebut akan membangun rencana armada tanpa Max 10 karena penundaan tersebut.

Pada Jumat (8/3), United mengatakan kepada stafnya bahwa mereka harus menghentikan perekrutan pilot pada musim semi ini karena pesawat Boeing baru datang terlambat, mengutip laporan CNBC internasional, Rabu (13/3).

Rasa frustrasi dari para bos maskapai penerbangan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, sejak krisis terbaru Boeing. Sebelumnya, panel pintu pesawat meledak di udara dari pesawat Max 9 saat Alaska Airlines terbang pada Januari 2024.

Krisis Boeing Max Paksa Maskapai Kurangi Penerbangan
Markas besar Perusahaan Boeing ditampilkan 25 Januari 2023 di Arlington, Virginia, Amerika Serikat. (Foto: Win McNamee/Getty Images/AFP)

Kecelakaan itu meningkatkan pengawasan terhadap Boeing. Penyelidikan awal Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengatakan baut pada panel pintu tampaknya tidak terpasang ketika pesawat meninggalkan pabrik perusahaan tersebut di negara bagian Washington, AS.

“Kami benar-benar fokus pada penerapan perubahan untuk memperkuat kualitas di seluruh sistem produksi kami dan meluangkan waktu yang diperlukan untuk menghasilkan pesawat berkualitas tinggi yang memenuhi semua persyaratan peraturan,” kata Boeing dalam pernyataan resminya lewat surel.

“Kami terus menjalin kontak dekat dengan pelanggan kami yang berharga mengenai masalah ini dan tindakan kami untuk mengatasinya,” sambungnya.

FAA telah menghentikan rencana peningkatan produksi Boeing dan mengatakan audit baru-baru ini mengidentifikasi masalah ketidakpatuhan dalam pengendalian proses manufaktur Boeing, penanganan dan penyimpanan suku cadang, serta pengendalian produk.

CEO Boeing Dave Calhoun dan para pemimpin lainnya telah berjanji untuk memberantas masalah pengendalian kualitas. Ia telah mengadakan sejumlah jeda kerja untuk membahas masalah tersebut dengan para pekerja.

Pada Selasa, Stan Deal yang adalah CEO unit pesawat komersial Boeing mengatakan kepada staf bahwa perusahaan akan bekerja dengan karyawan yang ditemukan memiliki masalah ketidakpatuhan selama audit. Ini dilakukan untuk memastikan mereka “sepenuhnya memahami instruksi dan prosedur kerja” dan menerapkan pemeriksaan kepatuhan mingguan. Perusahaan merencanakan audit lebih lanjut bulan ini.

Dalam sebuah catatan kepada staf, Deal mengatakan para pekerjanya harus secara tepat mengikuti setiap langkah prosedur dan proses produksi dan selalu mewaspadai potensi bahaya keselamatan.

“Anda sepenuhnya berwenang untuk melaporkannya melalui manajer Anda atau portal Speak Up, jadi kami segera mengatasinya daripada memindahkan risiko ke orang atau posisi berikutnya,” ujar Deal.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia