Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Kemungkinan Pangkas Suku Bunga di Akhir Kuartal II-2024

Penulis : Grace El Dora
15 Mar 2024 | 09:57 WIB
BAGIKAN
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell saat bersiap memberikan kesaksian di hadapan Komite Urusan Perbankan, Perumahan, dan Perkotaan Senat pada 7 Maret 2024. (Foto: Kent Nishimura / Getty Images News / Getty Images)
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell saat bersiap memberikan kesaksian di hadapan Komite Urusan Perbankan, Perumahan, dan Perkotaan Senat pada 7 Maret 2024. (Foto: Kent Nishimura / Getty Images News / Getty Images)

WEST PALM BEACH, investor.id – The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan mulai memangkas suku bunga Amerika Serikat (AS) pada akhir kuartal II-2024, meskipun data inflasi baru-baru ini “lebih panas dari perkiraan”, kata kepala strategi pasar global di Invesco Kristina Hooper.

Perekonomian AS juga kemungkinan akan terhindar dari resesi ketika The Fed mengkalibrasi kebijakan suku bunganya, ungkapnya dan ahli strategi lainnya pada Kamis (14/3) di konferensi tahunan Invest in Women di Majalah Financial Advisor di West Palm Beach, Florida.

The Fed telah menaikkan biaya pinjaman bagi konsumen dan dunia usaha, untuk mengendalikan inflasi yang tinggi selama era pandemi. Hal ini telah mendorong kenaikan suku bunga hipotek, kartu kredit, pinjaman mobil, dan bentuk pinjaman lainnya.

ADVERTISEMENT

Inflasi telah menurun secara signifikan dari puncaknya pada pertengahan 2022. Namun, angka tersebut masih jauh di atas target The Fed sebesar 2%.

Pertanyaannya adalah, pada titik manakah dan seberapa cepat bank sentral mulai menurunkan suku bunga untuk menghindari terpuruknya perekonomian?

Gubernur The Fed Jerome Powell pekan lalu mengatakan The Fed mungkin tidak akan melakukan pembatasan lagi.

Meskipun data inflasi yang dikeluarkan minggu ini lebih tinggi dari perkiraan, bank sentral kemungkinan akan mulai mengurangi biaya pinjaman pada akhir Juni, dengan pemotongan kumulatif sebesar 0,75 poin persentase atau satu poin persentase pada 2024, kata Hooper.

Sejarah mungkin bisa menjadi prinsip panduan, katanya. The Fed terakhir kali menaikkan suku bunga pada musim panas 2023 dalam siklus kenaikan suku bunga sebelumnya. The Fed mulai menurunkan suku bunga sekitar 8½ bulan kemudian, kata Hooper.

Jenny Johnson, presiden dan CEO Franklin Templeton, juga memperkirakan bank sentral AS akan mulai menurunkan suku bunga tahun ini, meskipun pada semester II-2024 pada pertemuan kebijakan Fed pada Juli atau September 2024.

Perkiraan ini telah berubah dari bulan-bulan sebelumnya.

Moira McLachlan, ahli strategi investasi senior di grup strategi kekayaan AllianceBernstein, mengatakan perusahaan tersebut sebelumnya memperkirakan lima atau enam penurunan suku bunga kumulatif tahun ini. Tetapi sekarang mengantisipasi tiga atau empat penurunan suku bunga.

“Kasus dasar” perusahaan adalah pemotongan kumulatif sebesar satu poin persentase pada 2024, katanya, Rabu.

Para ahli strategi memperkirakan AS akan terhindar dari resesi ketika mereka menerapkan kebijakan suku bunga, dan mengalami apa yang dikenal dalam istilah ekonomi sebagai “soft landing”.

“Pendaratan lunak (soft landing) adalah perkiraan terbaik kita dalam kaitannya dengan tujuan kita,” kata McLachlan.

“Kita kemungkinan besar akan terhindar dari resesi. Saya khawatir (The Fed) mungkin terlambat untuk mulai melakukan pemotongan,” ujar Hooper.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia