Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Suku Bunga Kebijakan AS

Penulis : Grace El Dora
26 Mar 2024 | 10:37 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah di Jakarta pada Rabu (31/1/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU)
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah di Jakarta pada Rabu (31/1/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU)

JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah pada Selasa (26/3) dibuka melemah, dipicu sentimen suku bunga kebijakan Amerika Serikat (AS). Suku bunga diperkirakan belum akan turun dalam waktu dekat, seperti disampaikan pengamat pasar uang Ariston Tjendra.

Pada awal perdagangan pagi, rupiah turun tiga poin atau 0,02% ke level Rp 15.803 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp 15.800 per dolar AS.

"Pelaku pasar masih mencermati sikap (The Federal Reserve) The Fed yang tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga acuannya," ujar Ariston, Selasa. Hal itu dikarenakan data inflasi yang masih bertahan di atas level target 2% dan beberapa data ekonomi AS masih cukup bagus.

ADVERTISEMENT

Data perumahan AS yang dirilis semalam yaitu data jumlah izin membangun masih menunjukkan pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan perekonomian AS masih cukup solid dan bisa menahan inflasi AS di level tinggi.

Di sisi lain, bank sentral China kembali menyuntikkan likuiditas via 7 day reverse repo pagi ini sebesar 150 miliar yuan setelah kemarin juga melakukan hal yang sama dengan besaran 50 miliar yuan.

Suntikan itu seharusnya memberikan sentimen positif untuk aset berisiko seperti rupiah. Pagi ini indeks saham Asia juga bergerak positif.

Rupiah pun mungkin bisa bergerak positif atau menguat terhadap dolar AS setelah sebelumnya melemah menyentuh kisaran resisten Rp 15.800 per dolar AS.

Ariston memprediksi potensi penguatan rupiah ke posisi Rp 15.750 dibandingkan potensi pelemahan ke arah Rp 15.830 hingga Rp 15.850 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia