Jumat, 15 Mei 2026

Xi Jinping Kini “Big Brother” Bagi Putin, Perubahan Hubungan 2 Negara

Penulis : Grace El Dora
18 Mei 2024 | 23:15 WIB
BAGIKAN
Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin saling menebar senyum sambil berjabat tangan sebelum menggelar pertemuan kenegaraan di Beijing, China, pada Kamis (16/05/2024).
Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin saling menebar senyum sambil berjabat tangan sebelum menggelar pertemuan kenegaraan di Beijing, China, pada Kamis (16/05/2024).

Implikasi Global: Penguatan aliansi antara Rusia dan China mempunyai implikasi signifikan terhadap dinamika kekuatan global, sehingga menantang tatanan internasional saat ini.

Mengapa Poin-Poin Ini Penting

Pembangkangan Terhadap Barat: Aliansi antara Rusia dan China berfungsi sebagai penyeimbang dominasi negara-negara Barat di panggung global.

Dukungan Ekonomi: Dukungan China memperkuat perekonomian Rusia dan meningkatkan kemampuan militernya melalui transfer teknologi dan latihan bersama.

ADVERTISEMENT

Kekhawatiran dari Barat: Aliran teknologi China ke sektor pertahanan Rusia telah menimbulkan kekhawatiran di Barat. Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekhawatiran mengenai peran China dalam mendukung operasi militer Rusia.

Pembalikan Peran “Kakak”

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Rusia dan China telah mengalami transformasi yang signifikan. Perubahan ini membuat pemerintah Rusia semakin bergantung pada China di tengah sanksi Barat atas konflik Ukraina.

Apa yang tadinya dipandang sebagai kemitraan setara kini menjadi semakin asimetris, dengan China yang lebih unggul.

Menurut laporan BBC pada Jumat (17/5/2024), China telah muncul sebagai sumber penting barang-barang penting bagi Rusia, mulai dari barang elektronik, mesin cuci, hingga traktor.

Ekspor senjata Rusia ke China telah menurun tajam, sementara China telah menjadi penyedia utama optik, mikroelektronik, mesin pesawat nirawak (drone), dan bahan-bahan lain yang penting untuk produksi senjata Rusia.

Disparitas Perdagangan

Data dari CEIC Data menunjukkan China menyumbang sekitar 33% dari keseluruhan perdagangan Rusia, sementara Rusia hanya menyumbang 4% dari perdagangan China. Kesenjangan perdagangan ini menyoroti semakin besarnya pengaruh ekonomi China terhadap Rusia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia