Perang Dagang AS-China Kembali Berulang
Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menaikkan tarif barang-barang impor China pada Selasa (14/5/2024). Tarif baru yang ketat kepada impor China ini digadang-gadang pemerintah AS untuk melindungi industri AS dari persaingan tidak sehat. Imbasnya, dapat berimpact negatif terhadap perekonomian RI lantaran menyulut perang dagang antara AS dan China.
Kenaikan tarif tersebut tentu membuat China tidak tinggal diam, karena bisa jadi China akan mencari cara untuk membalasnya. Perang dagang China dan AS pernah terjadi pada 2018 lalu dan sempat membuat ekonomi dunia melemah serta memicu uncertainty di pasar saham global.
Dengan demikian, tingkat inflasi global sulit melandai dan mempertajam narasi higher for longer rates. Tingkat suku bunga yang tinggi dalam waktu lebih lama akan berpotensi menarik modal asing keluar dari pasar keuangan dalam negeri (capital outflow). Khususnya di negara-negara berkembang (emerging market), seperti Indonesia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





