PBB Sebut Bumi Akan Makin Panas, Lampaui Batas Iklim
JENEWA, investor.id – Umat manusia kini menghadapi peluang sebesar 80% suhu bumi, setidaknya untuk sementara, akan melebihi angka penting 1,5 derajat Celcius selama lima tahun ke depan. Prediksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini menyebutkan bumi akan semakin panas dan melampui batas perjanjian iklim.
Perjanjian iklim Paris dicanangkan pada 2015, menetapkan target ambisius untuk membatasi kenaikan suhu dunia sebesar 1,5 derajat Celcius dibandingkan tingkat praindustri. Ini dimaksudkan untuk merujuk pada "peningkatan suhu jangka panjang selama beberapa dekade, bukan dalam satu hingga lima tahun", kata Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB.
Laporan ini muncul bersamaan dengan laporan lain dari Copernicus Climate Change Service Uni Eropa (UE). Badan ini mengumumkan, Mei 2024 merupakan bulan terpanas yang pernah tercatat. Mereka merujuk pada perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
Sebagai tindak lanjut terhadap data tersebut, pihaknya mendorong Sekjen PBB Antonio Guterres untuk membandingkan dampak manusia terhadap dunia dengan “meteor yang memusnahkan dinosaurus".
Peluang untuk melampaui batas sementara dalam lima tahun ke depan terus meningkat sejak 2015, ketika peluang tersebut diperkirakan mendekati nol, kata badan cuaca dan iklim PBB tersebut.
“Ada kemungkinan 80% rata-rata suhu global tahunan untuk sementara waktu akan melebihi 1,5 derajat Celcius di atas suhu praindustri setidaknya dalam satu dari lima tahun ke depan,” ungkap WMO, seperti dikutip AFP, Senin (10/6/2024).
Pada 2023, risiko pelanggaran batas sementara dalam waktu lima tahun diperkirakan sebesar 66%.
Pergeseran iklim yang dramatis sudah mulai menimbulkan dampak buruk di seluruh dunia, memicu kejadian cuaca ekstrem, banjir, dan kekeringan. Sementara itu, gletser mencair dengan cepat dan permukaan air laut meningkat.
Jalur 'Pemecah Rekor'
“Kita berada pada jalur pemanasan yang memecahkan rekor. WMO membunyikan tanda peringatan, kita akan melampaui suhu 1,5 derajat Celsius untuk sementara dan frekuensinya meningkat,” tutur Wakil Ketua WMO Ko Barrett di Jenewa, pekan lalu.
Dia menambahkan, untuk sementara waktu kita telah melampaui level ini dalam beberapa bulan.
Barrett mencatat pelanggaran sementara tidak berarti target 1,5 derajat Celcius hilang secara permanen. “Karena ini mengacu pada pemanasan jangka panjang selama beberapa dekade. Tetapi tren ini mengkhawatirkan dan tidak dapat disangkal,” kata dia.
Tingkat suhu meningkat dan 2023 merupakan tahun terpanas yang pernah tercatat, di tengah peringatan bahwa 2024 bisa menjadi lebih panas lagi.
Saat ini, WMO memperkirakan rata-rata suhu dekat permukaan setiap tahun antara 2024 dan 2028 akan menjadi 1,1 derajat Celcius sampai 1,9 derajat Celcius di atas suhu praindustri yang tercatat antara 1850 dan 1900.
Jauh Keluar Jalur
Merujuk pada catatan suhu bulanan yang berulang selama setahun terakhir, WMO menyoroti 12 bulan terakhir, dari Juni 2023 hingga Mei 2024, merupakan “rekor tertinggi”.
Dikatakan, kini terdapat peluang sebesar 86% salah satu tahun antara 2024 dan 2028 akan menggeser 2023 sebagai tahun pemegang rekor tahunan.
Laporan tersebut juga menyatakan ada kemungkinan 90% suhu rata-rata pada 2024-2028 akan lebih tinggi dibandingkan suhu rata-rata dalam periode lima tahun terakhir.
“Kita sudah keluar jalur untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris,” ujar Barrett.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




