Jumat, 15 Mei 2026

Data Inflasi AS Jadi Alas Penurunan Suku Bunga The Fed

Penulis : Grace El Dora
24 Jun 2024 | 23:02 WIB
BAGIKAN
Gubernur The Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) AS. (Foto: CityAM)
Gubernur The Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) AS. (Foto: CityAM)

WASHINGTON, investor.id – Ukuran inflasi pilihan The Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed AS) diperkirakan akan menunjukkan angka bulanan paling memuaskan sejak akhir 2023. Data inflasi AS ini bisa jadi alas harapan para pengambil kebijakan dapat mulai menurunkan suku bunga The Fed pada September 2024.

Para ekonom memperkirakan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk Mei 2024, yang akan diterbitkan pada Jumat (28/6/2024), tidak mencatat perubahan bulanan. Sedangkan ukuran PCE inti, yang tidak mencakup makanan dan energi untuk memberikan gambaran yang lebih baik mengenai inflasi, diperkirakan akan sebesar 0,1%.

Meskipun pengukuran keseluruhan dan inti diperkirakan akan mengalami kemajuan tahunan sebesar 2,6% baik dalam ukuran keseluruhan maupun inti, proyeksi kenaikan inflasi inti masih merupakan yang terkecil sejak Maret 2021.

ADVERTISEMENT

Pejabat The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 5,25% hingga 5,50% untuk pertemuan ketujuh berturut-turut awal bulan ini. Regulator telah mencatat kemajuan yang menggembirakan dalam pembacaan inflasi seperti indeks harga konsumen (CPI), namun mereka masih mencari tanda-tanda perbaikan dalam jangka panjang.

Angka inflasi yang dirilis pekan ini akan dipublikasikan bersamaan dengan angka pengeluaran pribadi. Data lain yang dijadwalkan untuk minggu ini termasuk kepercayaan konsumen Juni 2024, penandatanganan kontrak pembelian rumah baru dan rumah yang dimiliki sebelumnya pada Mei, perkiraan ketiga pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024, serta pesanan barang tahan lama untuk Mei 2024.

Bersamaan dengan keputusan terbarunya, The Fed merilis serangkaian proyeksi ‘dot-plot’ terbaru. Dot-plot mengisyaratkan para pengambil kebijakan hanya memperkirakan akan menurunkan suku bunga satu kali pada tahun ini, turun dari kemungkinan tiga kali penurunan yang diperkirakan pada Maret 2024 lalu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia