Jumat, 15 Mei 2026

Dokter Ukraina Selamatkan Bayi, Saat Rumah Sakit Anak Dihantam Rudal

Penulis : Grace El Dora
11 Jul 2024 | 09:15 WIB
BAGIKAN
Dua orang dewasa tewas setelah sebuah rudal menghantam Rumah Sakit Anak Okhmatdyt di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Senin (8/7/2024). (Foto: Reuters)
Dua orang dewasa tewas setelah sebuah rudal menghantam Rumah Sakit Anak Okhmatdyt di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Senin (8/7/2024). (Foto: Reuters)

KYIV, investor.id – Tim dokter Ukraina bernama Oleh Holubchenko sedang melakukan operasi pada Taras, bayi berusia lima bulan, ketika rumah sakit anak dihantam rudal. Gelombang ledakan membuat petugas medis terlempar ke seberang ruangan.

Pecahan kaca merobek punggung Holubchenko dan wajah rekannya Ihor Kolodka. Bayi itu tetap di tempatnya di atas meja, dikelilingi oleh peralatan yang hancur dan lima orang dewasa yang terluka.

“Apakah semuanya masih hidup?” teriak Holubchenko sesuai ingatannya, seperti dikutip Reuters pada Kamis (11/7/2024).

ADVERTISEMENT

Ahli anestesi Yaroslav Ivanov menggunakan resusitasi manual untuk menjaga bayi tetap bernapas setelah ventilator rusak. Khawatir langit-langit akan runtuh, beberapa anggota tim berlari ke basement bersama Taras

Ini adalah momen dramatis setelah sebuah rudal menghantam Rumah Sakit Anak Okhmatdyt di pusat kota Kyiv, ibu kota Ukraina pada Senin (8/7/2024). Serangan ini mengejutkan warga Ukraina dan memicu kecaman marah dari pemerintah Ukraina dan sekutu Barat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (9/7/2024) mengatakan ada "kemungkinan besar" rumah sakit tersebut terkena serangan langsung dari rudal Rusia. Serangkaian serangan udara di kota-kota Ukraina itu telah menewaskan sedikitnya 44 orang.

Tanpa memberikan bukti, Kremlin mengatakan tembakan anti rudal Ukraina dan bukan Rusia yang menghantam rumah sakit tersebut. Setelah serangan, sebagian besar bangunan tersebut sudah menjadi puing-puing.

Dua orang dewasa tewas di Okhmatdyt dan puluhan lainnya luka-luka. Banyak pasien, kerabat, dan staf melarikan diri ke ruang bawah tanah untuk menghindari dampak terburuk dari ledakan.

"Bagi saya, Okhmatdyt adalah tempat teraman bagi anak-anak dan orang dewasa. Pada hari itu, saya menyadari tidak ada tempat aman lagi di mana pun," kata Ivanov (39), saat ia pulih dari gegar otak dan luka.

Ketika sampai di ruang bawah tanah, Ivanov dan rekan-rekannya menemukan ruangan yang bebas asap dan jauh dari jeritan korban luka. Di sana, mereka mengembalikan bayi tersebut ke kesadarannya dan menyerahkannya ke tim dokter untuk melanjutkan operasi di rumah sakit lain.

Langsung Kembali Bekerja

Saat Holubchenko dan Ivanov merawat Taras, Kolodka mengeluarkan pecahan kaca dari wajahnya dan kemudian bergegas keluar untuk melihat bagaimana dia bisa membantu. Ia melihat departemen toksikologi sudah rata dengan tanah.

“Karena saya tidak mengalami pendarahan lagi, saya keluar untuk terus membantu korban luka dan menangani dampak serangan rudal tersebut. Saat ini, kami tidak memikirkan apakah hal itu mudah atau sulit. Kami hanya melakukan tugas kami dan berusaha membantu,” tuturnya.

Setelah membantu petugas penyelamat dan tentara menyaring puing-puing sepanjang hari dalam debu dan panas, dia kembali ke rumah dan menemukan tidak ada aliran listrik. Pemadaman listrik kini biasa terjadi di seluruh negeri karena Rusia menargetkan sistem energinya.

Kolodka bangun pukul lima pagi untuk mandi sebelum kembali bekerja. Holubchenko juga kembali ke rumah sakit pada hari berikutnya.

“Saya harus pergi karena ada pertemuan dengan rekan kerja, untuk melihat apa yang terjadi di departemen dan memeriksa semua peralatan. Saya... berhubungan dengan rekan-rekan dari rumah sakit lain untuk menanyakan keadaan bayinya,” ungkap Holubchenko.

Taras baik-baik saja setelah operasi, katanya.

Tim dokter berbesar hati atas dukungan dan rasa terima kasih dari pasien dan masyarakat luas, saat mereka berjuang melawan kelelahan.

Pekerjaan untuk memperbaiki rumah sakit berlangsung beberapa jam setelah ledakan. Ratusan sukarelawan bergabung dalam upaya membersihkan pecahan kaca, puing-puing, dan peralatan yang rusak.

“Senang sekali melihat betapa bersatunya masyarakat kita,” kata Kolodka.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia