Jumat, 15 Mei 2026

Ketua The Fed Indikasikan Tidak Tunggu Inflasi Capai 2% untuk Pangkas Suku Bunga

Penulis : Indah Handayani
16 Jul 2024 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Ketua The Fed Jerome Powell berpartisipasi dalam forum Economic Club of Washington, DC, Senin, 15 Juli 2024, di Washington. (Foto AP/Manuel Balce Ceneta)
Ketua The Fed Jerome Powell berpartisipasi dalam forum Economic Club of Washington, DC, Senin, 15 Juli 2024, di Washington. (Foto AP/Manuel Balce Ceneta)

WASHINGTON, investor.id - Ketua The Fed Jerome Powell mengindikasikan bank sentral tidak akan menunggu hingga inflasi mencapai 2% untuk memangkas suku bunga. Hal itu diungkapkannya di Economic Club of Washington DC, Senin (15/7/2024) waktu setempat.

Powell menjelaskan bahwa kebijakan bank sentral bekerja dengan ‘jangka panjang dan bervariasi’, sehingga Fed tidak akan menunggu hingga target inflasi tercapai.

"Implikasinya adalah jika menunggu hingga inflasi benar-benar turun ke 2%, mungkin sudah terlambat, karena pengetatan yang dilakukan, atau tingkat pengetatan yang ada, masih memiliki efek yang mungkin akan mendorong inflasi di bawah 2%," kata Powell dikutip dari CNBC internasional.

ADVERTISEMENT

Tetapi, lanjut Powell, The Fed tengah mencari ‘keyakinan lebih besar’ bahwa inflasi akan kembali ke tingkat 2%. "Apa yang meningkatkan keyakinan tersebut adalah data inflasi yang baik, dan akhir-akhir ini kami telah mendapatkan beberapa di antaranya," katanya.

Powell juga menyatakan bahwa skenario ‘hard landing’ bagi ekonomi Amerika Serikat (AS) sepertinya tidak mungkin terjadi.

Kehadiran Powell dalam forum tersebut adalah penampilan publik pertama Powell sejak laporan indeks harga konsumen untuk Juni yang menunjukkan inflasi mereda, dengan harga secara nyata mengalami penurunan dari bulan ke bulan.

Sinyal The Fed

Powell mengatakan di awal penampilannya bahwa ia tidak bermaksud memberikan sinyal kapan The Fed mungkin mulai memangkas suku bunga. Pertemuan kebijakan bank sentral berikutnya akan diadakan pada akhir Juli.

Powell membuat pernyataan tersebut dalam diskusi dengan David Rubenstein, ketua Economic Club of Washington DC dan salah satu pendiri The Carlyle Group, tempat Powell pernah bekerja.

Saat ini, suku bunga The Fed berada dalam kisaran target 5,25% hingga 5,50%. Angka ini naik dari kisaran 0% hingga 0,25% selama pandemi Covid-19, dan kisaran 1,50%-1,75% sebelum krisis kesehatan tersebut.

Suku bunga The Fed mempengaruhi, secara langsung atau tidak langsung, biaya uang di seluruh ekonomi, seperti suku bunga hipotek.

"Orang yang tidak saya kenal selalu mengatakan, 'hei, potong suku bunga.' Seseorang mengatakan itu di lift pagi ini," kata Powell dengan bercanda. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 19 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia