Trump Sebut Musk Tak Akan Punya Waktu untuk Masuk Kabinet
WASHINGTON, investor.id – Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk kemungkinan tidak dapat bertugas di kabinet Gedung Putih. Menurut dia, jadwal Musk akan terlalu padat untuk menjalankan berbagai perusahaannya dan bekerja di pemerintahan.
"Dia ingin terlibat. Sekarang lihat, dia menjalankan bisnis besar dan sebagainya, jadi dia tidak bisa, sungguh, saya rasa dia tidak bisa menjadi kabinet," sebut Trump tentang Musk dalam wawancara dengan mantan Navy Seal Shawn Ryan, yang kutipannya diterbitkan pada Minggu (25/8/2024).
"Saya akan menempatkannya di kabinet, tentu saja, tetapi saya tidak tahu bagaimana dia bisa melakukan itu dengan semua hal yang sedang dia lakukan," lanjut Trump. Sebelumnya, Trump sempat mengungkapkan dirinya akan memasukkan miliarder Elon Musk dalam kabinet jika ia menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS.
Komentar Trump juga memberinya jalan keluar potensial dari aliansinya yang baru dibentuk dengan Musk, jika dia memenangkan pemilihan November 2024 melawan calon Demokrat Kamala Harris.
"Ia (Musk) bisa, seperti kata pepatah, berkonsultasi dengan negara dan memberi Anda beberapa ide yang sangat bagus," kata Trump. Tak hanya itu, Trump mencontohkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) sebagai sektor yang bisa dibantu oleh Musk.
Dua tahun lalu, Trump dan Musk terlibat perseteruan terbuka, saling menghina di forum publik seperti media sosial hingga di rapat umum politik.
Namun, mereka telah menjadi sekutu dalam pemilihan ini ketika Musk semakin terjun ke politik sayap kanan. Musk juga secara terbuka mendukung Trump bulan lalu, beberapa saat setelah upaya pembunuhan terhadap mantan presiden tersebut.
Sebelum itu, Musk membantu membentuk komite aksi politik super pro-Trump pada Mei 2024. Bak gayung bersambut, Trump menghidupkan kembali kehadirannya di platform X setelah jeda selama bertahun-tahun dilarang memiliki akun di Twitter. Ia secara eksklusif mengunggah ke Truth Social, situs milik Trump Media.
Kedua pria tersebut telah melontarkan gagasan untuk memerintah bersama, jika mantan presiden tersebut memenangkan masa jabatan kedua.
"Saya pikir akan sangat bagus jika ada komisi efisiensi pemerintah. Dan saya akan senang membantu komisi semacam itu," beber Musk dalam percakapan dengan Trump awal bulan ini yang disiarkan di X.
Komentar Trump kepada Ryan menunjukkan masih akan ada jarak di antara keduanya.
"Elon dan saya memiliki hubungan yang hebat. Dia hebat. Dia benar-benar orang yang tidak biasa... Tapi dia orang yang brilian," kata Trump kepada Ryan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






