Saham Trump Media Anjlok Usai Debat Pilpres AS
WASHINGTON, investor.id – Harga saham Trump Media anjlok lebih dari 17% pada Rabu pagi waktu setempat (Rabu malam WIB). Penurunan terlihat sehari setelah pemegang saham mayoritas Donald Trump menilai penampilan debat presiden yang dikritik luas melawan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris.
Harga saham perusahaan pada bel pembukaan berada pada level intraday terendah, sejak pemilik aplikasi Truth Social itu mulai diperdagangkan secara publik sebagai DJT di Nasdaq pada akhir Maret 2024.
Berinvestasi pada saham Trump Media sering kali dianggap sebagai cara untuk bertaruh pada keberuntungan politik Trump, yang adalah mantan presiden dan calon presiden dari Partai Republik.
Trump Media mengatakan bisnisnya bergantung setidaknya sebagian pada popularitas Trump. Sedangkan analis mengatakan valuasi perusahaan akan naik atau turun berdasarkan prospek elektoralnya.
Penurunan sahamnya dapat menjadi sinyal sejumlah pendukung Trump tidak senang dengan apa yang mereka lihat pada debat Selasa (10/9/2024) malam di Philadelphia, lapor CNBC internasional pada Rabu (11/9/2024). Komentator politik liberal dan konservatif mengatakan Harris tampak lebih siap, pandai berbicara, dan tenang daripada Trump. Sedangkan Trump berulang kali menggigit umpan yang dilemparkannya untuk mengalihkan topik pembicaraan.
Tim Harris, yang menunjukkan rasa percaya diri, menantang Trump untuk debat lain tepat setelah debat pertama berakhir. Trump mengatakan dia mungkin tidak setuju dengan itu.
Saham Trump Media sempat melonjak sebanyak 10% selama perdagangan Selasa, mungkin menunjukkan optimisme tentang bagaimana Trump akan berhasil dalam debat tersebut.
Laporan keuangan dirilis Senin, selanjutnya perdagangan Selasa merupakan jeda dari penurunan seminggu yang menyebabkan harga saham anjlok sebanyak 75% dari titik tertinggi intraday pada akhir Maret 2024. Pada saat itu, ketika Trump Media yang dimiliki secara pribadi bergabung dengan perusahaan cek kosong.
Kemerosotan itu bertepatan dengan keputusan Presiden AS Joe Biden untuk mundur dari pencalonan presiden dan mendukung Harris untuk menggantikannya di jajaran teratas kandidat Demokrat.
Baca Juga:
Hakim Tunda Vonis Kasus Suap TrumpPenurunan itu juga terjadi menjelang Trump dan orang dalam perusahaan lainnya dapat mulai menjual saham mereka. Trump memiliki hampir 59% saham perusahaan itu. Saham itu pada harga Rabu pagi bernilai hampir US$ 1,8 miliar atau Rp 277,6 triliun.
Tidak jelas apakah Trump berencana untuk mulai menjual sahamnya ketika perjanjian penguncian berakhir pada 19 September 2024.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






