Jumat, 15 Mei 2026

Sidang Umum PBB Dibuka Saat Situasi Dunia Tak Berkelanjutan

Penulis : Grace El Dora
25 Sep 2024 | 08:28 WIB
BAGIKAN
Jaringan televisi menyiarkan siaran di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelum dimulainya Sidang ke-79 Majelis Umum PBB pada Selasa (24/9/2024) di markas besar PBB. (Foto: AP/Julia Demaree Nikhinson)
Jaringan televisi menyiarkan siaran di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelum dimulainya Sidang ke-79 Majelis Umum PBB pada Selasa (24/9/2024) di markas besar PBB. (Foto: AP/Julia Demaree Nikhinson)

PBB, investor.id – Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dibuka saat situasi dunia dinilai “tak berkelanjutan” (unsustainable). Organisasi dunia ini memperingatkan para pemimpin yang berkumpul pada Selasa (Rabu pagi WIB) bahwa impunitas, ketidaksetaraan, dan ketidakpastian mendorong peradaban modern bagaikan menuju "tong mesiu yang berisiko menelan dunia".

Ini adalah seruan lantang yang paling baru disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres dalam beberapa tahun terakhir. Ia menekankan, situasi global menjadi tidak dapat ditoleransi dan tidak berkelanjutan.

"Kita tidak dapat terus seperti ini," kata Sekjen dalam pidato keadaan dunia, seperti dikutip Associated Press, Rabu (25/9/2024). Pidato mengkhawatirkan ini disampaikannya dalam pembukaan pertemuan tingkat tinggi tahunan dari 193 negara anggota PBB.

ADVERTISEMENT

Guterres menyampaikan saat ini dunia berada dalam "era transformasi epik" dan menghadapi tantangan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Perpecahan geopolitik semakin dalam, planet ini memanas.

Sementara itu, perang berkecamuk di Timur Tengah, Ukraina, Sudan, dan tempat lain tanpa petunjuk bagaimana semuanya akan berakhir.

"Kita sedang bergerak maju ke arah yang tak terbayangkan, sebuah tong mesiu yang berisiko menelan dunia," paparnya di hadapan para presiden, perdana menteri, dan menteri di aula Majelis Umum yang luas.

Namun, ia tidak mengatakan harapan telah sirna. "Tantangan yang kita hadapi dapat dipecahkan," sebutnya, meski ini bukan masa yang mudah di dunia.

Guterres mengatakan menghadapi tantangan dunia yang berantakan memerlukan penanggulangan tiga faktor pendorong tidak berkelanjutan (unsustainable). Faktor ini antara lain ketidakpastian risiko yang tidak terkelola, ketidaksetaraan yang mendasari ketidakadilan dan keluhan, serta impunitas yang merusak hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar PBB.

"Semakin banyak pemerintah dan pihak lain merasa berhak atas kartu 'bebas dari penjara'," katanya, merujuk pada permainan papan klasik Monopoli.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 23 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia