Sidang Umum PBB Dibuka Saat Situasi Dunia Tak Berkelanjutan
PBB, investor.id – Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dibuka saat situasi dunia dinilai “tak berkelanjutan” (unsustainable). Organisasi dunia ini memperingatkan para pemimpin yang berkumpul pada Selasa (Rabu pagi WIB) bahwa impunitas, ketidaksetaraan, dan ketidakpastian mendorong peradaban modern bagaikan menuju "tong mesiu yang berisiko menelan dunia".
Ini adalah seruan lantang yang paling baru disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres dalam beberapa tahun terakhir. Ia menekankan, situasi global menjadi tidak dapat ditoleransi dan tidak berkelanjutan.
"Kita tidak dapat terus seperti ini," kata Sekjen dalam pidato keadaan dunia, seperti dikutip Associated Press, Rabu (25/9/2024). Pidato mengkhawatirkan ini disampaikannya dalam pembukaan pertemuan tingkat tinggi tahunan dari 193 negara anggota PBB.
Guterres menyampaikan saat ini dunia berada dalam "era transformasi epik" dan menghadapi tantangan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Perpecahan geopolitik semakin dalam, planet ini memanas.
Sementara itu, perang berkecamuk di Timur Tengah, Ukraina, Sudan, dan tempat lain tanpa petunjuk bagaimana semuanya akan berakhir.
"Kita sedang bergerak maju ke arah yang tak terbayangkan, sebuah tong mesiu yang berisiko menelan dunia," paparnya di hadapan para presiden, perdana menteri, dan menteri di aula Majelis Umum yang luas.
Namun, ia tidak mengatakan harapan telah sirna. "Tantangan yang kita hadapi dapat dipecahkan," sebutnya, meski ini bukan masa yang mudah di dunia.
Guterres mengatakan menghadapi tantangan dunia yang berantakan memerlukan penanggulangan tiga faktor pendorong tidak berkelanjutan (unsustainable). Faktor ini antara lain ketidakpastian risiko yang tidak terkelola, ketidaksetaraan yang mendasari ketidakadilan dan keluhan, serta impunitas yang merusak hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar PBB.
"Semakin banyak pemerintah dan pihak lain merasa berhak atas kartu 'bebas dari penjara'," katanya, merujuk pada permainan papan klasik Monopoli.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




