Jumat, 15 Mei 2026

Tanker Minyak Iran Dilaporkan Hilang Saat Antisipasi Serangan Balik Israel

Penulis : Grace El Dora
4 Okt 2024 | 21:54 WIB
BAGIKAN
Terminal Minyak terlihat di Pulau Kharg, Iran pada 12 Maret 2017. Tanker minyak Iran dilaporkan hilang di tengah antisipasi kemungkinan serangan balik Israel. (Foto: Fatemeh Bahrami/ Anadolu Agency/ Getty Images)
Terminal Minyak terlihat di Pulau Kharg, Iran pada 12 Maret 2017. Tanker minyak Iran dilaporkan hilang di tengah antisipasi kemungkinan serangan balik Israel. (Foto: Fatemeh Bahrami/ Anadolu Agency/ Getty Images)

WASHINGTON, investor.id – Tanker minyak Iran dilaporkan hilang di tengah antisipasi kemungkinan serangan balik Israel. Citra satelit mengungkap sejumlah tanker minyak meninggalkan perairan di sekitar terminal pemuatan minyak utama Pulau Kharg di Iran, di tengah kekhawatiran serangan balik Israel terhadap infrastruktur energi Iran.

"Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) tampaknya khawatir akan serangan yang akan segera dilakukan oleh Israel. Supertanker VLCC mereka yang kosong meninggalkan terminal minyak terbesar di negara itu, Pulau Kharg, kemarin," tulis firma pelacakan TankerTrackers.com dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Jumat (4/10/2024).

Pasar telah gelisah atas kemungkinan pembalasan Israel, setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap negara Yahudi itu awal minggu ini.

ADVERTISEMENT

Citra satelit yang diambil oleh misi Copernicus Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa pada 25 September 2024 menunjukkan sejumlah very large crude carrier (VLCC) supertanker di perairan sekitar Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran. Tanker VLCC secara khusus dirancang untuk mengangkut minyak mentah dalam jumlah besar.

Pemerintah Iran meluncurkan sekitar 180 rudal ke Israel sebagai balasan tewasnya pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah. Dua hari kemudian, citra dari lokasi yang sama pada 3 Oktober 2024 menunjukkan laut kosong di sekitar Pulau Kharg tanpa ada kapal yang terlihat.

Rekaman tersebut belum diverifikasi secara independen, sebut CNBC internasional.

“Harap dicatat pemuatan minyak mentah terus berlanjut. Tetapi semua kapasitas pengiriman yang kosong telah dipindahkan dari tempat berlabuh di Pulau Kharg. Ini adalah pertama kalinya kami melihat hal seperti ini sejak putaran sanksi 2018,” tambah TankerTrackers.com dalam unggahan terpisah di media sosial X.

Kapal tanker Iran dikenal sering mematikan transponder dan memanipulasi sistem identifikasi otomatis (AIS) untuk menyembunyikan pergerakan mereka, guna menghindari sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap ekspor minyak negara tersebut. Ini adalah jenis perkembangan yang berbeda, kata Samir Madani sebagai salah satu pendiri TankerTrackers.com.

Analisisnya terhadap citra satelit menunjukkan kapal tanker Iran saat ini berada di tengah Teluk Persia, sebelah barat pulau, katanya menurut laporan CNBC internasional.

Pulau Kharg, Terminal Minyak Terbesar Iran

Terletak lima belas mil dari pantai barat laut Iran, terminal Pulau Kharg menangani lebih dari 90% ekspor minyak mentah negara itu. Kapasitas pemuatannya telah meningkat menjadi tujuh juta barel per hari, menurut Vesseltracker.com, meskipun Iran saat ini tidak mengekspor minyak dalam jumlah tersebut.

Beberapa analis energi memperkirakan harga minyak dapat mengalami lonjakan jangka pendek hingga 5% jika terjadi serangan Israel terhadap terminal tersebut. Sekitar 4% pasokan minyak global berisiko jika terjadi serangan terhadap infrastruktur energi di Iran, yang merupakan salah satu produsen minyak mentah terbesar Organisasi Negara-negara Penghasil Minyak (OPEC).

"Ada banyak fasilitas di sisi Iran dan juga sisi Israel yang semuanya dapat menjadi sasaran dalam hal infrastruktur penting," kata pendiri dan presiden di SVB Energy Sara Vakhshouri, Rabu (2/10/2024).

“Semua infrastruktur itu saling terhubung,” katanya, sambil menekankan ukuran Iran yang besar berarti tidak mungkin untuk mengamankan semuanya.

Harga minyak mentah berjangka berada di jalur kenaikan sekitar 8% minggu ini, karena pasar menunggu apa yang dijanjikan pemerintah Israel sebagai respons keras terhadap serangan Iran.

Harga minyak melonjak 5% pada hari Kamis dan menuju minggu terbaiknya dalam lebih dari setahun, menyusul komentar Presiden AS Joe Biden. Biden tidak tegas mengomentari apakah Gedung Putih akan mendukung serangan balasan Israel terhadap fasilitas minyak Iran.

Baca juga: 

Kontrak pengiriman Desember dari patokan global Brent diperdagangkan pada US$ 78,49 per barel pada Jumat pukul 9:30 pagi di London, naik 1,1% dari penutupan Kamis. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak November 2024 diperdagangkan pada harga US$ 74,49 per barel, lebih tinggi 1% dari penutupan hari sebelumnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 53 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia