Jumat, 15 Mei 2026

Melania Trump dan Suami Beda Pandangan Soal Aborsi

Penulis : Happy Amanda Amalia
5 Okt 2024 | 21:41 WIB
BAGIKAN
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan mantan ibu negara Melania Trump tiba untuk sebuah acara di rumahnya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, AS  pada 15 November 2022. (Foto: Joe Raedle/Getty Images/AFP)
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan mantan ibu negara Melania Trump tiba untuk sebuah acara di rumahnya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, AS pada 15 November 2022. (Foto: Joe Raedle/Getty Images/AFP)

Meskipun Trump (78 tahun) kerap mengubah pendiriannya tentang aborsi selama bertahun-tahun, sampai sekarang ia masih mendukung menyerahkan masalah ini kepada masing-masing negara bagian untuk memutuskannya.

“Pandangan saya sekarang adalah bahwa kita memiliki aborsi di mana semua orang menginginkannya dari sudut pandang hukum, negara bagian akan menentukan melalui pemungutan suara atau legislasi, atau mungkin keduanya. Dan apa pun yang mereka putuskan haruslah menjadi hukum negara. Dalam hal ini, hukum negara,” demikian disampaikan Trump pada April 2024.

Namun pada Juni 2022, Trump mendapat pujian karena telah menunjuk tiga hakim Mahkamah Agung yang membatalkan Roe v Wade. Keputusan itu mengakhiri lebih dari 50 tahun perlindungan aborsi federal.

ADVERTISEMENT

“Saya telah melakukan jasa besar dalam melakukannya. Butuh keberanian untuk melakukannya. Dan Mahkamah Agung memiliki keberanian yang besar dalam melakukannya,” kata ia dalam debat presiden pada 10 September.

Di sisi lain, komentar yang diutarakan Melania dalam video kemungkinan besar memicu perpecahan lebih lanjut di dalam Partai Republik. Di mana telah terjadi perbedaan pendapat menentang sikap suaminya yang ambigu terhadap akses aborsi.

Semisal pada Maret, ketika Trump membuat pernyataan yang menunjukkan bakal mendukung larangan nasional.

“Mungkin kita bisa menyatukan negara ini dalam masalah itu,” tuturnya dalam sebuah acara radio pagi.

Namun ketika dia mundur pada April, menolak potensi larangan federal, ada reaksi keras dari kaum evangelis dan konservatif garis keras, termasuk mantan wakil presidennya, Mike Pence.

Saat itu, Pence menyebut sikap Trump ibarat “tamparan di wajah” bagi jutaan orang Amerika yang “pro-kehidupan” yang memilihnya pada 2016 dan 2020.

Pada Juni 2024, di bawah kepemimpinan Trump, Partai Republik juga menyetujui dokumen platform yang tidak memberikan dukungan eksplisit terhadap larangan aborsi nasional. Tetapi turut memicu protes di antara beberapa anggota Partai Republik lain, yang khawatir bahwa hal ini menandakan melemahnya komitmen untuk menerapkan pembatasan aborsi.

Dukungan Masyarakat Luas

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 48 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia