Kamis, 14 Mei 2026

Seoul Investasi Besar-besaran untuk Naikkan Angka Kelahiran

Penulis : Grace El Dora
1 Nov 2024 | 12:05 WIB
BAGIKAN
Anak-anak memainkan permainan tradisional Korea Selatan (Korsel) di sebuah pusat penitipan anak di Distrik Songpa, Seoul, Korsel pada 5 Februari 2024. Pemerintah kota Seoul, Korea Selatan (Korsel) akan menggelontorkan anggaran besar-besaran untuk menaikkan angka kelahiran kota tersebut. (Foto: Yonhap)
Anak-anak memainkan permainan tradisional Korea Selatan (Korsel) di sebuah pusat penitipan anak di Distrik Songpa, Seoul, Korsel pada 5 Februari 2024. Pemerintah kota Seoul, Korea Selatan (Korsel) akan menggelontorkan anggaran besar-besaran untuk menaikkan angka kelahiran kota tersebut. (Foto: Yonhap)

SEOUL, investor.id – Pemerintah kota Seoul, Korea Selatan (Korsel) akan menggelontorkan anggaran besar-besaran untuk menaikkan angka kelahiran kota tersebut. Anggaran senilai 6,7 triliun won (setara US$ 4,8 miliar atau Rp 75,5 triliun) akan digunakan dalam periode dua tahun ke depan untuk menyediakan perumahan, subsidi rumah tangga, dan dukungan lain, kata para pejabat setempat.

Laporan kantor berita Yonhap yang dikutip pada Jumat (1/11/2024) menyebutkan rencana investasi tersebut diumumkan sebagai bagian dari inisiatif kota yang lebih luas untuk mendorong angka kelahiran. Sebelumnya, telah terlihat tanda-tanda pemulihan angka kelahiran ibu kota Korsel tersebut.

Jumlah bayi baru lahir di Seoul meningkat sebesar 6,6% pada periode April-Agustus 2024, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ini menandai pertama kalinya angka kelahiran meningkat selama lima bulan berturut-turut secara tahunan dalam 12 tahun.

ADVERTISEMENT

Rencana investasi baru untuk 2025-2026 berjumlah hampir dua kali lipat dari 3,6 triliun won yang dibelanjakan pemerintah kota dalam dua tahun terakhir, menurut para pejabat kota.

Berdasarkan rencana tersebut, kota tersebut akan menyediakan 5.000 rumah sewa jangka panjang bagi pasangan yang baru menikah, termasuk 1.000 rumah tahun ini, untuk mendorong mereka memiliki bayi.

Orang tua bayi yang baru lahir yang tidak memiliki rumah akan menerima subsidi perumahan bulanan sebesar 300.000 won, dengan total 7,2 juta won selama dua tahun. Hingga kini, sudah ada 5.520 rumah tangga yang memenuhi syarat untuk mendapatkan manfaat tersebut.

Subsidi terpisah hingga 1 juta won juga akan diberikan kepada pasangan yang baru menikah untuk membantu membiayai biaya pernikahan dan perabotan rumah mereka, yang akan menguntungkan lebih dari 20.000 rumah tangga yang mendaftarkan pernikahan mereka setelah 1 Januari tahun depan, kata para pejabat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia