Jumat, 15 Mei 2026

Pengangguran di Gaza Melonjak 80%, Ekonomi Gaza Runtuh

Penulis : Grace El Dora
5 Nov 2024 | 17:34 WIB
BAGIKAN
Warga Palestina berjalan di dekat reruntuhan dan bangunan yang hancur di tengah konflik Israel-Hamas di Khan Younis, Jalur Gaza selatan pada 10 Oktober 2024. (Foto: REUTERS/ Mohammed Salem)
Warga Palestina berjalan di dekat reruntuhan dan bangunan yang hancur di tengah konflik Israel-Hamas di Khan Younis, Jalur Gaza selatan pada 10 Oktober 2024. (Foto: REUTERS/ Mohammed Salem)

ZURICH, investor.id – Pengangguran di Gaza telah melonjak hingga hampir 80% sejak perang Israel-Hamas meletus, menurut laporan Reuters. Ekonomi di Gaza yang hancur itu hampir runtuh total, kata Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Produksi ekonomi telah menyusut hingga 85% sejak konflik dengan Israel dimulai setahun yang lalu, yang menjerumuskan hampir seluruh 2,3 juta penduduk ke dalam kemiskinan, kata badan perburuhan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu.

“(Konflik tersebut telah menyebabkan) kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya dan luas di pasar tenaga kerja dan ekonomi yang lebih luas di seluruh Wilayah Palestina yang Diduduki," lapor ILO merujuk pada Gaza dan Tepi Barat, seperti dikutip pada Selasa (5/11/2024).

ADVERTISEMENT

Di Tepi Barat, tingkat pengangguran rata-rata 34,9% antara Oktober 2023 dan akhir September 2024. Sedangkan ekonominya terkontraksi 21,7% dibandingkan dengan 12 bulan sebelumnya, kata ILO.

Sebelum krisis tingkat pengangguran di Gaza adalah 45,3% dan 14% di Tepi Barat, menurut organisasi yang berpusat di Jenewa tersebut. Warga Gaza kehilangan pekerjaan mereka sepenuhnya atau mengambil pekerjaan informal dan tidak teratur, yang terutama berpusat pada penyediaan barang dan jasa penting.

Israel melancarkan serangannya setelah orang-orang bersenjata yang dipimpin Hamas menyerang pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang, menurut penghitungan Israel.

Sebaliknya Israel menanggapi dengan serangan yang menewaskan lebih dari 42.000 orang, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Dua pertiga dari bangunan sebelum perang Gaza atau lebih dari 163.000 bangunan telah rusak atau rata dengan tanah, menurut data satelit PBB. Israel mengatakan operasinya ditujukan untuk membasmi militan Hamas yang bersembunyi di terowongan dan di antara penduduk sipil Gaza.

Krisis Meluas

Krisis telah meluas ke Tepi Barat, di mana hambatan Israel terhadap pergerakan orang dan barang ditambah dengan pembatasan perdagangan yang lebih luas dan gangguan rantai pasokan. Semua ini berdampak parah pada ekonomi, sebut ILO.

Israel mengatakan tindakannya di Tepi Barat diperlukan untuk melawan kelompok militan yang didukung Iran dan untuk mencegah bahaya bagi warga sipil Israel.

"Dampak perang di Jalur Gaza telah memakan korban jauh melampaui hilangnya nyawa, kondisi kemanusiaan yang menyedihkan, dan kerusakan fisik," ungkap direktur regional ILO untuk negara-negara Arab Ruba Jaradat.

"Hal ini telah mengubah lanskap sosial-ekonomi Gaza secara mendasar, sekaligus berdampak besar pada ekonomi dan pasar tenaga kerja Tepi Barat. Dampaknya akan terasa hingga generasi mendatang," pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia