Putra Mahkota Saudi Sebut Israel Telah Melakukan Genosida di Gaza
Pada Oktober 2024, Knesset meloloskan rancangan undang-undang (RUU) untuk melarang UNRWA, badan pengungsi Palestina PBB, beroperasi di Israel dan menduduki Yerusalem Timur. Pemerintah Israel juga menuduh organisasi tersebut berkolusi dengan Hamas.
Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Inggris, telah menyatakan keprihatinan serius tentang langkah yang membatasi kemampuan badan tersebut untuk mentransfer bantuan ke Gaza.
Di balik pertemuan puncak yang dihadiri banyak orang itu, adalah kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.
Para pemimpin Teluk menyadari kedekatannya dengan Israel, tetapi mereka juga memiliki hubungan baik dengannya. Para pemimpin negara-negara Teluk ingin menggunakan pengaruhnya dan kegemarannya membuat kesepakatan untuk mengakhiri konflik di wilayah ini.
Di Arab Saudi, Trump dipandang jauh lebih baik daripada Presiden AS Joe Biden. Tetapi rekam jejaknya di Timur Tengah beragam.
Dia menyenangkan Israel dan membuat marah dunia Muslim dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel serta aneksasi Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Biden juga mengamankan Perjanjian Abraham pada 2020 yang membuat Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Maroko menjalin hubungan diplomatik penuh dengan Israel dan Sudan setuju untuk melakukannya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






