Jumat, 15 Mei 2026

Ukraina Berencana Akhiri Konflik dengan Rudal Jarak Jauh ke Rusia

Penulis : Grace El Dora
20 Nov 2024 | 07:31 WIB
BAGIKAN
Rudal jarak jauh buatan Amerika Serikat (AS) ATACMS diluncurkan oleh MLRS dan HIMARS, yang keduanya digunakan oleh Angkatan Darat Ukraina. (Foto: X/ @CaptCoronado)
Rudal jarak jauh buatan Amerika Serikat (AS) ATACMS diluncurkan oleh MLRS dan HIMARS, yang keduanya digunakan oleh Angkatan Darat Ukraina. (Foto: X/ @CaptCoronado)

PBB, investor.id – Pemerintah Ukraina berencana mengakhiri konflik dengan serangan rudal jarak jauh ke Rusia. Pihaknya sudah mengantongi lampu hijau dari Amerika Serikat (AS) untuk mengizinkan penggunaan rudal jarak jauh buatan AS oleh Ukraina ke Rusia.

Hal ini diharapkan dapat membantu mengakhiri konflik di Ukraina, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Andrii Sybiha sebelum pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Senin (18/11/2024).

"Secara singkat, ini bisa menjadi sebuah faktor penentu, dan semakin lama Ukraina melancarkan serangan, semakin singkat perang yang akan terjadi," papar Sybiha seperti dikutip Sputnik pada Selasa (19/11/2024).

ADVERTISEMENT

Sybiha yakin Ukraina memiliki hak penuh untuk menyerang sasaran militer di Rusia.

"Itu adalah hak sah kami," ucapnya. Ia menilai langkah ini akan menyelamatkan warga sipil Ukraina dan akan mengubah situasi di medan perang.

Di Inggris Menlu David Lammy mengatakan negaranya akan terus mendukung Ukraina, ketika ia ditanya apakah Inggris akan mengizinkan penggunaan rudal jarak jauh.

"Tentu saja, kami terus bekerja sama erat dengan Presiden (AS) Biden," kata Lammy.

Sebelumnya pada Minggu (17/11/2024), The New York Times melaporkan dengan mengutip perwakilan pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya, Presiden Biden pertama kali memberi wewenang agar Ukraina dapat menggunakan rudal jarak jauh AS untuk menyerang wilayah Rusia.

Menurut sumber tersebut, serangan pertama jauh ke wilayah Rusia kemungkinan besar akan dilakukan dengan rudal ATACMS.

Di pihak lain, pemerintah Rusia telah berkomentar soal Ukraina menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia dengan rudal jarak jauh. Jika dibiarkan, kata mereka, hal itu akan secara radikal mengubah esensi konflik dengan Ukraina.

Ini juga berarti ada keterlibatan langsung AS dan negara-negara satelitnya dalam permusuhan Rusia dengan Ukraina, katanya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia