Kim Jong Un Sebut Soal Peningkatan Kekuatan Nuklir Tanpa Batas
SEOUL, investor.id – Kim Jong Un menyerukan tentang peningkatan kekuatan nuklir tanpa batas negaranya. Pemimpin Korea Utara (Korut) itu juga merampungkan persiapan perang.
Kim Jong Un menuduh Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang telah mengancam perdamaian regional melalui kerja sama militer.
"Kami akan memperkuat kekuatan pertahanan diri kami, yang berpusat pada kekuatan nuklir, tanpa batas, tidak puas (dengan level kita saat ini) dan terus-menerus," seru Kim, seperti dikutip Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Senin (18/11/2024).
Ia mengumumkan hal ini Konferensi Komandan Batalyon dan Instruktur Politik Angkatan Darat Rakyat Korea (KPA) ke-4 pada Jumat (15/11/2024). Itu adalah hari terakhir dari acara dua hari yang diadakan di Pyongyang, lapor KCNA.
Baca Juga:
Putin Revisi Kebijakan Nuklir RusiaPada konferensi yang digelar untuk pertama kalinya dalam 10 tahun tersebut, Kim juga meminta pejabat militer untuk fokus pada penyelesaian persiapan perang dengan menekankan perlunya memperkuat kekuatan nuklir untuk menyelesaikan misi pencegahan perang. Ia menyebutkan soal serangan pendahuluan, apabila terjadi keadaan darurat.
Ia menggambarkan kerja sama militer trilateral antara Korsel, AS, dan Jepang sebagai faktor kritis yang mengancam perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.
Kim menuduh pemerintah AS mengubah aliansinya dengan Korsel menjadi sebuah aliansi nuklir lengkap dan tergesa-gesa meluncurkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) versi Asia, dengan memperkuat kerja sama militer trilateral dengan Korsel dan Jepang.
"Akibatnya, aliansi militer yang dipimpin AS ini telah berkembang ke lingkup yang lebih luas untuk mencakup Eropa dan kawasan Asia-Pasifik, dan serangan kini terfokus tidak lain pada negara kita, musuh paling berbahaya bagi AS dan musuh dalam perang terpanjangnya," kata Kim.
"Dalam situasi subjektif dan objektif saat ini, menyelesaikan persiapan perang adalah tugas paling mendesak yang tidak dapat ditunda bahkan sehari pun," sebutnya.
Pemimpin Korut itu juga mengklaim pihak AS dan negara-negara Barat melancarkan perang melawan Rusia dengan menggunakan Ukraina sebagai pasukan kejutan untuk mendapatkan pengalaman di medan perang dan memperluas cakupan intervensi militer mereka di seluruh dunia, sebut KCNA.
"Para pedagang perang AS yang mempertahankan perang dengan terus memberikan bantuan militer ke Ukraina dan Israel... sedang memicu ketakutan Perang Dunia Ketiga bisa terjadi dan memperburuk situasi ke tingkat yang lebih berbahaya," kata dia, seperti dikutip Yonhap.
Namun, Kim tidak menyebutkan penempatan pasukan Korea Utara ke Rusia untuk mendukung perang mereka dengan Ukraina.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






