Jumat, 15 Mei 2026

Tim Trump Pertimbangkan Pembicaraan dengan Korut

Penulis : Grace El Dora
30 Nov 2024 | 13:48 WIB
BAGIKAN
Donald Trump dan Kim Jong Un. (Foto: Getty Images/ East News/ Wang Jingqiang)
Donald Trump dan Kim Jong Un. (Foto: Getty Images/ East News/ Wang Jingqiang)

WASHINGTON, investor.id – Tim presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk melakukan pembicaraan langsung dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Ini akan menjadi upaya untuk menurunkan risiko potensi konflik bersenjata, lapor Reuters mengutip sumber anonim.

Pemimpin Korut bulan ini menuduh pemerintah AS memicu ketegangan dan provokasi. Menurutnya, dengan melakukan hal itu pemerintah AS meningkatkan risiko perang nuklir.

Orang-orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada outlet tersebut, tujuan awalnya adalah untuk membangun kembali keterlibatan dasar dan mencairkan suasana dengan Kim Jong Un. Namun belum ada keputusan akhir yang dibuat oleh presiden terpilih, kata sumber tersebut.

ADVERTISEMENT

Pekan lalu, Trump menunjuk mantan pejabat Departemen Luar Negeri Alex Wong yang termasuk di antara mereka yang mengawasi strategi Korut selama pemerintahan Trump sebelumnya. Alex Wong ditunjuk sebagai wakil penasihat keamanan nasional.

Pada awal masa jabatan pertamanya sebagai presiden, Trump mengejek Kim dengan memanggilnya "Manusia Roket Kecil" dan mengancam akan melepaskan "api dan amarah" jika Korut melanjutkan uji coba nuklirnya. Kedua pemimpin saling menghina dan mengirim surat yang disebut Trump "indah", di mana Kim menyebut Trump sebagai "orang pikun".

Antara 2018 dan 2019, mereka bertemu tiga kali yaitu di Singapura, Hanoi, dan di Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) yang membagi semenanjung antara Utara dan Selatan. Pertemuan bersejarah di DMZ tersebut menandai pertama kalinya seorang presiden AS yang sedang menjabat menginjakkan kaki di Korut.

Trump menggambarkan pembicaraan mereka sebagai "jatuh cinta", meskipun negosiasi tersebut gagal mengamankan kesepakatan denuklirisasi atau keringanan sanksi.

Meskipun demikian, keterlibatan diplomatik antara Trump dan Kim memfasilitasi pencairan singkat di Semenanjung Korea, yang sejak itu telah digantikan dengan periode permusuhan antara Utara dan Selatan.

Laporan tersebut menunjukkan Kim mengabaikan empat tahun upaya Presiden AS Joe Biden yang sekarang akan segera lengser untuk memulai pembicaraan tanpa prasyarat.

Di bawah pemerintahan Biden, AS dan Korsel telah melanjutkan latihan militer gabungan. Pihak Korut menganggap latihan semacam itu sebagai ancaman keamanan utama, dengan alasan latihan itu dapat digunakan untuk menyamarkan persiapan invasi.

Pada pameran pertahanan di Pyongyang minggu lalu, Kim menuduh AS menyalahgunakan kekuasaannya dengan mengklaim wilayah pengaruh yang mencakup seluruh dunia, dan menggunakan ancaman militer terhadap negara-negara yang tidak setuju, termasuk Korut.

“Kami telah menjajaki setiap kemungkinan jalan dalam bernegosiasi dengan AS. Kebijakan agresif dan bermusuhan Washington terhadap Korea Utara tidak akan pernah berubah,” kata Kim.

Trump mengatakan selama kampanyenya bahwa Kim merindukannya dan menyiratkan negara itu tidak akan bertindak saat ia kembali menjabat.

Media pemerintah Korut menanggapi selama musim panas dengan berkomentar para pemimpin negara itu tidak peduli siapa yang menjabat di AS. Laporan tersebut mengisyaratkan kebijakan senjata nuklir Kim akan terus berlanjut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia