Wamenlu Ryabkov Sebut Rusia Bisa Lanjutkan Uji Coba Nuklir
MOSKOW, investor.id – Pemerintah Rusia tidak mengesampingkan kemungkinan dimulainya kembali uji coba nuklir, yang belum dilakukannya sejak hari-hari terakhir Uni Soviet. Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Rusia Sergey Ryabkov mengatakan wacana tersebut sedang dipertimbangkan.
“Masalah tersebut ada dalam agenda (pembahasan),” kata Ryabkov, ketika ditanya apakah Kremlin mempertimbangkan opsi ini sebagai tanggapan atas tindakan eskalasi Amerika Serikat (AS), lapor TASS seperti dikutip Selasa (3/12/2024).
"Tanpa tergesa-gesa, saya hanya akan mengatakan situasinya cukup rumit. Hal ini terus-menerus dipertimbangkan dalam semua komponen dan aspeknya," ucapnya.
Meskipun menjadi negara dengan kekuatan nuklir besar, Rusia era modern tidak pernah melakukan uji coba nuklir di bawah moratorium sukarela. Uji coba yang terakhir dilakukan pada 1990 sebelum runtuhnya Uni Soviet.
Sementara itu AS sebagai saingan utama nuklir Rusia melakukan uji coba terakhirnya pada 1992. Sejak itu AS mengandalkan simulasi komputer dan uji subkritis, yang berarti uji coba tersebut tidak menggunakan cukup bahan fisil untuk menghasilkan reaksi yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Putin Revisi Kebijakan Nuklir RusiaUji coba terakhir yang diketahui dari jenis ini terjadi pada Mei 2024. Di pihak lain, pemerintah Rusia mengatakan pihaknya mencermati dengan saksama apa yang terjadi di lokasi uji coba Amerika.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan tahun lalu, Kremlin harus siap melanjutkan uji coba nuklir jika AS melakukannya.
"Kami tahu pasti beberapa orang di Washington sedang mempertimbangkan untuk menjalankan uji coba senjata nuklir mereka di dunia nyata sementara AS sedang mengembangkan jenis senjata nuklir baru," katanya saat itu.
"Kami tentu saja bukan yang pertama melakukan ini, tetapi jika AS melakukan uji coba seperti itu, maka kami juga akan melakukannya," sebut Putin.
Komentar Ryabkov muncul setelah pihak AS mengizinkan Ukraina melakukan serangan jauh ke Rusia menggunakan senjata jarak jauh buatan Amerika, meskipun Kremlin memperingatkan hal ini akan menyebabkan eskalasi konflik yang lebih besar.
Setelah pemerintah Ukraina melancarkan beberapa serangan, Rusia membalas dengan menyerang fasilitas pertahanan Ukraina dengan rudal hipersonik jarak menengah Oreshnik yang baru.
Sebelumnya, pemerintah Rusia juga mengubah strategi nuklirnya.
“Agresi terhadap Rusia oleh negara nonnuklir mana pun, tetapi dengan partisipasi atau dukungan negara nuklir (akan dianggap sebagai) serangan gabungan (yang melewati ambang batas nuklir),” kata mereka.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






