Jumat, 15 Mei 2026

Wamenlu Ryabkov Sebut Rusia Bisa Lanjutkan Uji Coba Nuklir

Penulis : Grace El Dora
3 Des 2024 | 13:12 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov di Moskow, Rusia pada Kamis (14/11/2024). (Foto: Alexander Zemlianichenko/Pool via REUTERS)
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov di Moskow, Rusia pada Kamis (14/11/2024). (Foto: Alexander Zemlianichenko/Pool via REUTERS)

MOSKOW, investor.id – Pemerintah Rusia tidak mengesampingkan kemungkinan dimulainya kembali uji coba nuklir, yang belum dilakukannya sejak hari-hari terakhir Uni Soviet. Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Rusia Sergey Ryabkov mengatakan wacana tersebut sedang dipertimbangkan.

“Masalah tersebut ada dalam agenda (pembahasan),” kata Ryabkov, ketika ditanya apakah Kremlin mempertimbangkan opsi ini sebagai tanggapan atas tindakan eskalasi Amerika Serikat (AS), lapor TASS seperti dikutip Selasa (3/12/2024).

"Tanpa tergesa-gesa, saya hanya akan mengatakan situasinya cukup rumit. Hal ini terus-menerus dipertimbangkan dalam semua komponen dan aspeknya," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Meskipun menjadi negara dengan kekuatan nuklir besar, Rusia era modern tidak pernah melakukan uji coba nuklir di bawah moratorium sukarela. Uji coba yang terakhir dilakukan pada 1990 sebelum runtuhnya Uni Soviet.

Sementara itu AS sebagai saingan utama nuklir Rusia melakukan uji coba terakhirnya pada 1992. Sejak itu AS mengandalkan simulasi komputer dan uji subkritis, yang berarti uji coba tersebut tidak menggunakan cukup bahan fisil untuk menghasilkan reaksi yang berkelanjutan.

Uji coba terakhir yang diketahui dari jenis ini terjadi pada Mei 2024. Di pihak lain, pemerintah Rusia mengatakan pihaknya mencermati dengan saksama apa yang terjadi di lokasi uji coba Amerika.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan tahun lalu, Kremlin harus siap melanjutkan uji coba nuklir jika AS melakukannya.

"Kami tahu pasti beberapa orang di Washington sedang mempertimbangkan untuk menjalankan uji coba senjata nuklir mereka di dunia nyata sementara AS sedang mengembangkan jenis senjata nuklir baru," katanya saat itu.

"Kami tentu saja bukan yang pertama melakukan ini, tetapi jika AS melakukan uji coba seperti itu, maka kami juga akan melakukannya," sebut Putin.

Komentar Ryabkov muncul setelah pihak AS mengizinkan Ukraina melakukan serangan jauh ke Rusia menggunakan senjata jarak jauh buatan Amerika, meskipun Kremlin memperingatkan hal ini akan menyebabkan eskalasi konflik yang lebih besar.

Setelah pemerintah Ukraina melancarkan beberapa serangan, Rusia membalas dengan menyerang fasilitas pertahanan Ukraina dengan rudal hipersonik jarak menengah Oreshnik yang baru.

Sebelumnya, pemerintah Rusia juga mengubah strategi nuklirnya.

“Agresi terhadap Rusia oleh negara nonnuklir mana pun, tetapi dengan partisipasi atau dukungan negara nuklir (akan dianggap sebagai) serangan gabungan (yang melewati ambang batas nuklir),” kata mereka.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia