Sabtu, 4 April 2026

Presiden Korsel Akhirnya Minta Maaf Setelah Nyaris Dimakzulkan

Penulis : Grace El Dora
7 Des 2024 | 18:11 WIB
BAGIKAN
Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera Korea Selatan saat bergabung dengan pengunjuk rasa lain yang berkumpul di luar Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, Rabu (4/12/2024). Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol akhirnya minta maaf setelah nyaris dimakzulkan. (Foto: AP/ Ng Han Guan)
Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera Korea Selatan saat bergabung dengan pengunjuk rasa lain yang berkumpul di luar Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, Rabu (4/12/2024). Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol akhirnya minta maaf setelah nyaris dimakzulkan. (Foto: AP/ Ng Han Guan)

SEOUL, investor.id – Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol akhirnya minta maaf setelah nyaris dimakzulkan. Pada Sabtu (7/12/2024) Yoon menyampaikan "permintaan maaf tulus" karena menyebabkan kekhawatiran publik akibat pernyataan darurat militer awal minggu ini.

Presiden Yoon juga berjanji tidak akan mengulangi aksinya itu.

Pernyataan kepala negara Korsel itu disiarkan televisi, beberapa jam sebelum pemungutan suara soal pemakzulan terhadap dirinya digelar oleh parlemen.

Advertisement

"Saya sungguh-sungguh minta maaf dan memohon maaf kepada masyarakat yang pasti sangat terkejut," ucap Yoon Suk Yeol seperti dikutip Yonhap, Sabtu.

Pidato Yoon itu menandai kemunculannya yang pertama di depan publik sejak dia mengumumkan darurat militer pada Selasa (3/12/2024) malam. Yoon mencabut penetapan status itu enam jam kemudian, setelah Majelis Nasional menentang keputusannya.

Yoon mengatakan dirinya memberlakukan darurat militer karena merasa "putus asa". Tetapi ia mengakui keputusan yang tiba-tiba itu menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Ia membantah rumor bahwa darurat militer akan diberlakukan lagi.

"Saya tidak akan menghindari tanggung jawab hukum dan politik terkait pernyataan darurat militer," kata dia. Yoon bersumpah akan menyerahkan semua keputusan, termasuk masa jabatannya, kepada Partai Kekuatan Rakyat demi menstabilkan negara.

Setelah pidato Yoon yang berlangsung dua menit itu, pemimpin oposisi utama Partai Demokrat Lee Jae-myung mengulang desakannya agar sang presiden segera mengundurkan diri atau harus menghadapi pemakzulan.

Sementara itu, pemimpin PPP Han Dong-hoon mempertanyakan kemampuan Yoon untuk menjalankan pemerintahan. Ia mengatakan pengunduran diri sang presiden lebih awal memang tidak terhindarkan.

Presiden Yoon telah menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengundurkan diri setelah ia mengejutkan negara dengan memberlakukan darurat militer untuk membasmi kekuatan anti negara. Yoon menuduh kubu oposisi melumpuhkan fungsi pemerintah dengan mosi pemakzulan serta usulan pemotongan anggaran.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 36 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 47 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 56 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia