Jumat, 15 Mei 2026

Dubes Suriah Jelaskan Soal Pendorong Kejatuhan Rezim Assad

Penulis : Grace El Dora
12 Des 2024 | 08:02 WIB
BAGIKAN
Duta Besar Suriah untuk Indonesia Abdul Monem Annan berbicara dalam sebuah acara diskusi yang dipantau secara daring, di Jakarta, Rabu (11/12/2024).  (ANTARA/Katriana)
Duta Besar Suriah untuk Indonesia Abdul Monem Annan berbicara dalam sebuah acara diskusi yang dipantau secara daring, di Jakarta, Rabu (11/12/2024). (ANTARA/Katriana)

JAKARTA, investor.id – Duta Besar (Dubes) Suriah untuk Indonesia Abdul Monem Annan mengatakan keruntuhan rezim Bashar al-Assad di Suriah memang merupakan kehendak rakyat, diwujudkan lewat perlawanan murni dari oposisi. Dubes Suriah itu menjelaskan soal pendorong kejatuhan rezim Assad.

"Jadi, memang yang terjadi di Suriah murni karena perlawanan yang diberikan oleh oposisi, dan ini adalah kehendak rakyat Suriah," ucap Dubes Annan dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (12/12/2024).

Ia memang memberikan penjelasan terkait kondisi politik Suriah untuk menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan peristiwa jatuhnya pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sementara itu kawasan Timur Tengah masih mengalami pergolakan.

ADVERTISEMENT

Dubes Annan yakin peristiwa yang terjadi di Suriah baru-baru ini tak ada hubungannya dengan eskalasi konflik yang terjadi di kawasan.

Adapun konflik mulai mencuat pada 7 Oktober 2023, ketika kelompok perlawanan Hamas menyerang Israel. Serangan balik dari Israel segera dilancarkan ke Jalur Gaza, Palestina, bahkan meluas ke Lebanon dan Iran.

Dubes itu menegaskan, konflik yang terjadi di Suriah adalah wujud murni dari perlawanan oposisi dan rakyat Suriah terhadap rezim Bashar al-Assad. Adapun rezim ini sudah berkonflik dengan oposisi dan rakyat Suriah sejak 2011.

"Mereka sudah lama sekali ingin keluar dari rezim yang sangat menindas ini," ucap Annan.

Ia pun bercerita tentang bagaimana kejahatan perang yang dilakukan oleh Bashar al-Assad di Suriah sebagai suatu kejahatan perang yang sangat tidak bisa dibayangkan.

"Jadi, kalau dahulu di Vietnam ada penjara penyiksaan yang luar biasa. Hal itu juga ada di Suriah. Salah satu yang paling terkenal adalah penjara Saydnaya," lanjutnya. Annan berbicara dalam Bahasa Arab dan diterjemahkan oleh pembawa acara dalam diskusi tersebut.

Terkait penjara Saydnaya, Dubes itu merujuk pada salah satu penjara yang saat ini menjadi populer setelah keruntuhan rezim Bashar al-Assad.

Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan intervensi Amerika Serikat (AS) dan sekutu di balik keruntuhan rezim Bashar al-Assad, Dubes Annan menegaskan kemenangan oposisi dalam melawan rezim Bashar al-Assad tidak ada hubungannya dengan AS.

"Betul, tidak ada hubungan dengan Amerika," tegasnya.

Annan mengatakan pemimpin Hayat Tahrir Al Sham (HTS) Abu Mohammad al-Julani, yang menggulingkan Bashar al-Assad, memang dahulu memiliki keterkaitan dengan kelompok Al-Qaeda.

Namun, ia menegaskan al-Julani telah lama meninggalkan Al-Qaeda dengan pandangan ekstremisnya. Al-Julani lantas mendirikan organisasi yang sekarang disebut HTS, yang memiliki ideologi berbeda dari kelompok Al-Qaeda.

"Jadi, pemimpin oposisi di Suriah sekarang itu sudah lama mengubah ideologinya menjadi hanya jihad melawan Assad. Jadi, dia ingin membebaskan Suriah dari Assad, hanya itu saja," terang Dubes Annan.

"Jadi, tidak ada hubungannya dengan hubungan internasional yang lain. Dia hanya ingin fokus berjihad, membebaskan Suriah, lepas dari tangan Assad karena Assad ini sangat kejam dalam memimpin Suriah selama ini," pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia