Penjara Sednaya Viral Setelah Rezim Baath Suriah Terjungkal
ANKARA, investor.id – Penjara Sednaya, berikut sejumlah pusat penahanan lainnya, banyak dibicarakan setelah rezim Baath Suriah terjungkal. Sepanjang pemerintahan rezim tersebut, ribuan orang mengalami penyiksaan di puluhan pusat penahanan, termasuk di penjara Sednaya yang viral karena reputasinya yang mengerikan.
Sejak pemberontakan dimulai pada Maret 2011, rezim Baath dilaporkan telah menyiksa dan korban yang tercatat hingga ribuan orang. Namun, laporan kantor berita Turki Anadolu menyebutkan jumlah korban yang tidak terdata mencapai puluhan ribu.
Menurut Syrian Network for Human Rights (SNHR/ Jaringan Suriah untuk HAM) seperti dikutip pada Kamis (12/12/2024), pasukan rezim Baath telah menahan setidaknya 1,2 juta warga Suriah. Ini terjadi selama perang saudara, menyiksa masyarakat sipil dengan berbagai metode.
Meskipun rezim mengumumkan lebih dari 20 keputusan amnesti selama perang, organisasi hak asasi internasional menyatakan rezim terus menahan warga Suriah. Berbagai laporan dari organisasi internasional menekankan banyak tahanan yang tewas akibat penyiksaan.
Menurut laporan eksklusif SNHR untuk Anadolu, pusat-pusat penyiksaan rezim dikelompokkan sebagai penjara sipil, penjara militer, pusat penahanan rahasia yang tidak resmi, dan pusat interogasi unit keamanan di bawah rezim Baath yang telah berkuasa selama 61 tahun.
Ada lebih dari 50 pusat semacam itu yang tersebar di hampir semua provinsi di negara Suriah.
Penjara di Bawah Kementerian Dalam Negeri
Di kota-kota yang dikuasai kelompok-kelompok yang menggulingkan rezim Baath, tindakan pertama mereka adalah membebaskan para tahanan. Sebagian besar dari mereka adalah anggota oposisi. Para tahanan dibebaskan dari penjara-penjara besar, namun tahanan di penjara pusat Tartus dan Latakia masih menunggu pembebasan.
Puluhan ribu orang disiksa selama bertahun-tahun di penjara militer yang berada di bawah Kementerian Pertahanan rezim Bashar al-Assad itu.
Setelah kelompok bersenjata menggulingkan rezim, para tahanan di Mezzeh dan Qaboun juga dibebaskan.
Pusat Penahanan Rahasia dan Tidak Resmi
Ada juga pusat-pusat di mana rezim menahan lawan-lawan politiknya, namun pusat-pusat ini praktis bersifat rahasia.
Menurut SNHR dan organisasi hak asasi lainnya, tujuan dari pembentukan pusat penahanan rahasia ini adalah untuk melakukan penyiksaan yang lebih parah. Mereka yang berakhir di dalam penjara penyiksaan ini hampir tidak memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.
Pada awal 2012, rezim juga mengubah rumah, vila, dan stadion menjadi pusat penahanan. Salah satu fasilitasnya adalah Kamp Deir Shmeil di barat laut Hama. Unit-unit keamanan yang terkait dengan rezim juga berperan aktif dalam mengoperasikan pusat interogasi dan penahanan.
Dengan cabang di hampir setiap provinsi, direktorat ini sangat aktif di daerah-daerah yang memiliki bandara militer. Unit-unit ini ditempatkan di bawah Biro Keamanan Nasional Suriah yang dibentuk pada 2012.
Penjara Sednaya
Rezim juga memaksa tahanan untuk bekerja paksa dan menjalani isolasi, melanggar hak asasi manusia (HAM) dasar.
Penjara Sednaya, tempat puluhan ribu orang diyakini ditahan, memiliki reputasi terburuk di antara semuanya. Setelah protes pada Maret 2011, Sednaya menjadi pusat penyiksaan, menahan puluhan ribu tahanan politik.
Setelah runtuhnya rezim Baath yang berkuasa selama 61 tahun pada 8 Desember 2024, perhatian beralih ke nasib para tahanan di Sednaya. Kini, nama penjara tersebut viral.
Beberapa tahanan dilaporkan muncul di kamera keamanan namun tidak dapat ditemukan di area yang dapat diakses, menimbulkan kemungkinan bahwa mereka mungkin berada di kompartemen rahasia di bawah tanah.
Sementara tim terus menggali terowongan dan merobohkan dinding, orang-orang Suriah yang sudah bertahun-tahun tidak mendengar kabar dari orang yang mereka cintai berbondong-bondong menuju penjara, mencari jejak-jejak keluarga mereka.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

