Jumat, 15 Mei 2026

Penjara Sednaya Viral Setelah Rezim Baath Suriah Terjungkal

Penulis : Grace El Dora
12 Des 2024 | 10:29 WIB
BAGIKAN
Banyak orang mengalami penyiksaan di puluhan pusat penahanan Suriah, termasuk penjara Sednaya yang viral karena reputasinya yang mengerikan. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Banyak orang mengalami penyiksaan di puluhan pusat penahanan Suriah, termasuk penjara Sednaya yang viral karena reputasinya yang mengerikan. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

ANKARA, investor.id – Penjara Sednaya, berikut sejumlah pusat penahanan lainnya, banyak dibicarakan setelah rezim Baath Suriah terjungkal. Sepanjang pemerintahan rezim tersebut, ribuan orang mengalami penyiksaan di puluhan pusat penahanan, termasuk di penjara Sednaya yang viral karena reputasinya yang mengerikan.

Sejak pemberontakan dimulai pada Maret 2011, rezim Baath dilaporkan telah menyiksa dan korban yang tercatat hingga ribuan orang. Namun, laporan kantor berita Turki Anadolu menyebutkan jumlah korban yang tidak terdata mencapai puluhan ribu.

Menurut Syrian Network for Human Rights (SNHR/ Jaringan Suriah untuk HAM) seperti dikutip pada Kamis (12/12/2024), pasukan rezim Baath telah menahan setidaknya 1,2 juta warga Suriah. Ini terjadi selama perang saudara, menyiksa masyarakat sipil dengan berbagai metode.

ADVERTISEMENT

Meskipun rezim mengumumkan lebih dari 20 keputusan amnesti selama perang, organisasi hak asasi internasional menyatakan rezim terus menahan warga Suriah. Berbagai laporan dari organisasi internasional menekankan banyak tahanan yang tewas akibat penyiksaan.

Menurut laporan eksklusif SNHR untuk Anadolu, pusat-pusat penyiksaan rezim dikelompokkan sebagai penjara sipil, penjara militer, pusat penahanan rahasia yang tidak resmi, dan pusat interogasi unit keamanan di bawah rezim Baath yang telah berkuasa selama 61 tahun.

Ada lebih dari 50 pusat semacam itu yang tersebar di hampir semua provinsi di negara Suriah.

Penjara di Bawah Kementerian Dalam Negeri

Di kota-kota yang dikuasai kelompok-kelompok yang menggulingkan rezim Baath, tindakan pertama mereka adalah membebaskan para tahanan. Sebagian besar dari mereka adalah anggota oposisi. Para tahanan dibebaskan dari penjara-penjara besar, namun tahanan di penjara pusat Tartus dan Latakia masih menunggu pembebasan.

Puluhan ribu orang disiksa selama bertahun-tahun di penjara militer yang berada di bawah Kementerian Pertahanan rezim Bashar al-Assad itu.

Setelah kelompok bersenjata menggulingkan rezim, para tahanan di Mezzeh dan Qaboun juga dibebaskan.

Pusat Penahanan Rahasia dan Tidak Resmi

Ada juga pusat-pusat di mana rezim menahan lawan-lawan politiknya, namun pusat-pusat ini praktis bersifat rahasia.

Menurut SNHR dan organisasi hak asasi lainnya, tujuan dari pembentukan pusat penahanan rahasia ini adalah untuk melakukan penyiksaan yang lebih parah. Mereka yang berakhir di dalam penjara penyiksaan ini hampir tidak memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.

Pada awal 2012, rezim juga mengubah rumah, vila, dan stadion menjadi pusat penahanan. Salah satu fasilitasnya adalah Kamp Deir Shmeil di barat laut Hama. Unit-unit keamanan yang terkait dengan rezim juga berperan aktif dalam mengoperasikan pusat interogasi dan penahanan.

Dengan cabang di hampir setiap provinsi, direktorat ini sangat aktif di daerah-daerah yang memiliki bandara militer. Unit-unit ini ditempatkan di bawah Biro Keamanan Nasional Suriah yang dibentuk pada 2012.

Penjara Sednaya

Rezim juga memaksa tahanan untuk bekerja paksa dan menjalani isolasi, melanggar hak asasi manusia (HAM) dasar.

Penjara Sednaya, tempat puluhan ribu orang diyakini ditahan, memiliki reputasi terburuk di antara semuanya. Setelah protes pada Maret 2011, Sednaya menjadi pusat penyiksaan, menahan puluhan ribu tahanan politik.

Setelah runtuhnya rezim Baath yang berkuasa selama 61 tahun pada 8 Desember 2024, perhatian beralih ke nasib para tahanan di Sednaya. Kini, nama penjara tersebut viral.

Beberapa tahanan dilaporkan muncul di kamera keamanan namun tidak dapat ditemukan di area yang dapat diakses, menimbulkan kemungkinan bahwa mereka mungkin berada di kompartemen rahasia di bawah tanah.

Sementara tim terus menggali terowongan dan merobohkan dinding, orang-orang Suriah yang sudah bertahun-tahun tidak mendengar kabar dari orang yang mereka cintai berbondong-bondong menuju penjara, mencari jejak-jejak keluarga mereka.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 17 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia