Sabtu, 4 April 2026

Krisis Politik Korsel Tekan Pariwisata

Penulis : Surya Lesmana
18 Des 2024 | 09:36 WIB
BAGIKAN
Demonstrasi menyerukan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan (Korsel) untuk memberhentikan Presiden Yoon Suk Yeol di ibu kota Seoul, Korsel pada Minggu (15/12/2024). (Foto: AP)
Demonstrasi menyerukan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan (Korsel) untuk memberhentikan Presiden Yoon Suk Yeol di ibu kota Seoul, Korsel pada Minggu (15/12/2024). (Foto: AP)

SEOUL, investor.id – Industri pariwisata Korea Selatan (Korsel) tiba-tiba harus menanggung akibat krisis politik yang dipicu oleh pengumuman darurat militer Presiden Yoon Suk Yeol pada 3 Desember 2024. Krisis politik Korsel menekan pariwisata, mengakibatkan pembatalan sejumlah reservasi hotel dan tur di ibu kota, Seoul, karena kekhawatiran akan keamanan.

Meskipun demikian, pemerintah Korsel tetap berharap untuk menarik jutaan wisatawan selama musim dingin, yang biasanya menjadi periode puncak kunjungan terutama dari negara-negara Asia Tenggara. Namun, para pejabat mengakui target 20 juta wisatawan asing pada tahun ini tidak akan tercapai.

Direktur Jenderal Biro Pariwisata dan Olahraga Pemerintah Metropolitan Seoul menyatakan Kim Young-hwan pencapaian angka 17 juta wisatawan masih mungkin.

Advertisement

“Kami berkomitmen untuk memberikan pembaruan tentang keamanan perjalanan dan terus berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan untuk mencapai target 30 juta pengunjung tahun depan,” kata Kim, seperti dikutip pada Rabu (18/12/2024).

Menurut data Organisasi Pariwisata Korsel, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke negara tersebut mencapai 7,7 juta pada semester I-2024. Namun, dampak dari krisis politik ini telah memberikan pukulan berat bagi industri pariwisatanya.

Presiden Yoon Suk Yeol dimakzulkan pada Sabtu (14/12/2024), setelah berupaya menangguhkan pemerintahan sipil. Langkah ini langsung memicu kekacauan politik terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Deklarasi darurat militer tersebut hanya berlangsung selama enam jam, mengejutkan publik dan memicu protes besar-besaran di seluruh negeri.

Mahkamah Konstitusi Korsel telah memulai sidang pemakzulan pada Senin (16/12/2024). Presiden Yoon dan sejumlah pejabat senior menghadapi penyelidikan atas dugaan pemberontakan, penyalahgunaan wewenang, dan pelanggaran hak sipil.

Asisten Profesor Myunghee Lee dari James Madison College mengatakan aksi protes massa kemungkinan akan terus berlanjut. “Para demonstran merayakan kemenangan di Majelis Nasional, namun mereka masih mendesak Mahkamah Konstitusi untuk segera mengambil keputusan,” ujarnya kepada CNA.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 35 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 46 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 55 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia