Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, tapi Pemangkasan Melambat Tahun Depan

Penulis : Indah Handayani
19 Des 2024 | 04:08 WIB
BAGIKAN
Ketua The Fed Jerome Powell
Sumber; AP
Ketua The Fed Jerome Powell Sumber; AP

WASHINGTON, investor.id - The Fed memutuskan memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase atau 25 basis poin (bps) pada Rabu (18/12/2024), menjadi pemangkasan ketiga tahun ini. Namun, bank sentral Amerika Serikat (AS) itu mengindikasikan pemangkasan suku bunga akan berlangsung lebih lambat pada tahun depan dibandingkan proyeksi sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh inflasi yang masih tinggi.

Para pembuat kebijakan di The Fed memproyeksikan, mereka hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak dua kali pada 2025, lebih sedikit dibandingkan perkiraan sebelumnya sebanyak empat kali. Proyeksi terbaru ini menunjukkan bahwa konsumen mungkin tidak akan menikmati suku bunga yang jauh lebih rendah untuk hipotek, pinjaman mobil, kartu kredit, dan bentuk pinjaman lainnya tahun depan.

Pejabat The Fed menegaskan, mereka memperlambat laju pemangkasan suku bunga karena tingkat suku bunga acuan mendekati level yang disebut ‘netral’, yaitu tingkat yang tidak mendorong atau menghambat pertumbuhan ekonomi. Setelah pemangkasan tersebut, suku bunga acuan The Fed kini berada di level 4,3%. Sebelumnya, suku bunga ini telah turun drastis dengan pemangkasan sebesar 0,5 poin pada September dan 0,25 poin bulan lalu.

ADVERTISEMENT

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan, perlambatan laju pemangkasan suku bunga mencerminkan inflasi yang tetap tinggi sepanjang tahun ini dan ekspektasi bahwa inflasi masih akan tinggi pada 2025.

“Kami semakin mendekati tingkat netral, yang menjadi alasan lain untuk lebih berhati-hati dalam langkah selanjutnya,” ujar Powell dalam konferensi pers. Namun, dia menegaskan bahwa The Fed tetap berada di jalur untuk terus memangkas suku bunga.

Keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga tahun ini merupakan pembalikan kebijakan setelah lebih dari dua tahun mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi. Meski demikian, The Fed menghadapi tantangan besar dalam upaya mencapai soft landing bagi perekonomian, di mana inflasi dapat ditekan tanpa memicu resesi.

Salah satu tantangan utamanya adalah inflasi yang tetap ‘membandel’. Menurut indikator inflasi inti pilihan The Fed, yang mengecualikan kategori paling volatil, inflasi tahunan berada di angka 2,8% pada Oktober, masih di atas target 2%.

Perekonomian AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia