Jumat, 15 Mei 2026

Intelijen Laporkan Ratusan Tentara Korut Tewas di Rusia

Penulis : Grace El Dora
19 Des 2024 | 15:48 WIB
BAGIKAN
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Selasa (29/10/2024) menyatakan penempatan tentara Korea Utara di Rusia merupakan ancaman keamanan bagi Korea Selatan dan komunitas global, menurut laporan media lokal. Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan (Korsel) melaporkan ratusan tentara Korea Utara (Korut) tewas di Rusia. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Selasa (29/10/2024) menyatakan penempatan tentara Korea Utara di Rusia merupakan ancaman keamanan bagi Korea Selatan dan komunitas global, menurut laporan media lokal. Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan (Korsel) melaporkan ratusan tentara Korea Utara (Korut) tewas di Rusia. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

SEOUL, investor.id – Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan (Korsel) melaporkan ratusan tentara Korea Utara (Korut) tewas di Rusia. Pada Kamis (19/12/2024) disebutkan, setidaknya 100 tentara asal Korut itu tewas karena bertempur dengan Ukraina di wilayah Rusia. Tak kurang dari 1.000 tentara mengalami luka-luka, menurut seorang anggota parlemen Korsel.

Laporan ini disampaikan dalam pengarahan tertutup kepada komite intelijen parlemen Korsel. NIS juga mengatakan militer Rusia mengeluhkan pasukan Korut kekurangan kemampuan untuk merespons serangan pesawat nirawak (drone).

Padahal, sebagian besar dari tentara Korut itu dimobilisasi sebagai pasukan penyerang garis depan.

ADVERTISEMENT

Diketahui setidaknya 11.000 tentara Korut telah dikerahkan di wilayah Kursk, Rusia dan akan digerakkan ke pertempuran sebenarnya pada Januari dan Februari 2025, menurut NIS.

Badan intelijen negara itu juga mengatakan telah mendeteksi tanda-tanda pemimpin Korut Kim Jong-un sedang mempersiapkan pelatihan pasukan operasi khusus yang akan dikirim tambahan ke konflik Rusia dengan Ukraina.

Sebelumnya, Kantor Berita Korsel Yonhap melaporkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membagikan video yang ia klaim menunjukkan seorang tentara Rusia membakar jenazah tentara Korut yang tewas dalam pertempuran melawan Ukraina.

Zelensky membuat klaim tersebut dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Selasa (17/12/2024). Pemimpin Ukraina itu mengatakan, tindakan tersebut bertujuan untuk menyembunyikan keberadaan pasukan Korut yang bertempur bersama Rusia.

Video berdurasi 30 detik itu menampilkan rekaman yang tampak seperti jenazah yang terbakar sebagian dengan tulisan terjemahan bahasa Inggris “Rusia berusaha menyembunyikan wajah-wajah tentara Korea Utara bahkan setelah kematian”.

Rekaman tersebut juga memperlihatkan close-up seorang tentara yang diduga berasal dari Korut. Rekaman lainnya menunjukkan seorang tentara dengan wajah Asia berkata "Tidak, tidak" ke arah kamera.

Terdengar juga suara dari balik kamera yang mengatakan "Katakan padanya untuk memakai masker. Pakai masker itu" dalam bahasa Korea Utara.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia