China Bisa Jadi Satu-satunya yang Diuntungkan dalam Perang Dagang
TORONTO, investor.id – Perdana Menteri (PM) Provinsi Ontario, Doug Ford menyampaikan penolakannya secara langsung atas kebijakan tarif yang akan dikenakan pemerintahan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia berpendapat bahwa China akan menjadi negara yang diuntungkan jika negara-negara di kawasan Amerika Utara terlibat dalam perang dagang.
Ford juga mengungkapkan keinginannya untuk mencapai kesepakatan yang bakal membuat AS mendapatkan lebih banyak akses ke mineral dan energi penting di Kanada. Tawaran akses ini digadang-gadang akan memberi keunggulan bagi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar pertama di dunia itu dalam industri strategis, yang selama ini tertinggal di belakang China.
Sebagai informasi, Ontario merupakan salah satu provinsi di Kanada yang terletak di bagian tengah-timur negara, dengan cadangan sumber daya alam yang besar dan ekonomi industri beragam.
Seperti diberitakan, Trump mengancam mengenakan tarif 25% terhadap barang-barang dari Meksiko dan Kanada. Strategi itu berdampak buruk pada hubungan mitra dagang Amerika Utara dan menyebabkan kedua negara tetangga AS itu saling merespons.
Baca Juga:
Trump dan Booming Ekonomi ASPengenaan tarif tinggi diklaim akan merugikan perekonomian Ontario lebih dari beberapa wilayah Kanada lainnya. Provinsi berpenduduk 16 juta jiwa ini adalah jantung industri keuangan dan manufaktur negara, dengan sektor otomotif yang terintegrasi erat dengan pabrik-pabrik di Michigan, Kentucky, dan negara bagian lainnya.
“Satu-satunya orang yang menang adalah China dalam perselisihan antara Kanada dan AS. Jika Trump menindaklanjuti dengan tarif balasan, Kanada mungkin tidak punya pilihan selain membalas,” ujar Ford saat diwawancarai Bloomberg di Toronto, pada Kamis (19/12/2024).
Minggu lalu, Ford (60 tahun), menjadi sorotan setelah menyarankan Kanada untuk mengurangi pasokan energi ke AS jika Trump memulai perang dagang berskala penuh. Berdasarkan catatan resmi, kedua negara itu memiliki hubungan perdagangan yang bernilai lebih dari US$ 900 miliar per tahun.
“Tergantung seberapa jauh hal ini berlangsung, kami akan melakukan pemutusan pasokan energi mereka, ke Michigan, ke negara bagian New York, dan ke Wisconsin,” katanya kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa Kanada adalah pengirim minyak mentah eksternal terbesar ke AS, juga memasok gas alam, listrik, dan komoditas lainnya.
Dalam wawancara dengan Bloomberg, Ford menunjukkan bahwa Kanada memiliki “cadangan mineral penting yang dibutuhkan untuk manufaktur mereka (AS), untuk militer mereka.” Bahkan, China baru-baru ini melarang pengiriman bahan-bahan penting tertentu, seperti galium dan germanium, ke AS.
Kanada dilaporan mengirimkan 59% ekspor mineral penting ke AS pada 2023, mewakili sekitar C$29,8 miliar (US$ 20,7 miliar). Sebaliknya menurut data Pemerintah AS, sebagian besar impor aluminium, uranium, dan kalium AS berasal dari Kanada,
Setiap Instrumen
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






