Jumat, 15 Mei 2026

Won Korsel Terendah dalam 15 Tahun karena Sentimen The Fed

Penulis : Grace El Dora
21 Des 2024 | 14:38 WIB
BAGIKAN
Orang-orang tiba di Pasar Grosir Perikanan Noryangjin di Seoul, Korea Selatan pada 8 April 2022. BoK menghadapi dinamika suku bunga yang menakutkan di tengah pelonggaran kebijakan bank sentral AS yang lebih lambat. (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji/File Foto)
Orang-orang tiba di Pasar Grosir Perikanan Noryangjin di Seoul, Korea Selatan pada 8 April 2022. BoK menghadapi dinamika suku bunga yang menakutkan di tengah pelonggaran kebijakan bank sentral AS yang lebih lambat. (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji/File Foto)

SEOUL, investor.id – Bank sentral Korea Selatan (Korsel) atau BoK menghadapi dinamika suku bunga yang menakutkan di tengah pelonggaran kebijakan Amerika Serikat (AS) yang lebih lambat. Ini terlihat dari won Korsel terjun ke level terendah dalam 15 tahun karena sentimen The Federal Reserve (The Fed).

Mata uang Korsel itu merosot hingga di bawah 1.450 won terhadap dolar AS. Won dihantam oleh ekspektasi pasar akan penguatan berkelanjutan mata uang AS setelah The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), menurut pengamat pasar pada Kamis (Jumat WIB).

Sebagian pihak mengatakan mata uang Korsel itu dapat jatuh lebih jauh hingga 1.500 won, melemah karena pelonggaran kebijakan Fed yang melambat. Belum lagi karena dominasi mata uang cadangan global yang diakibatkannya, di samping kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.

ADVERTISEMENT

Menurut data pasar keuangan, won Korea pada Jumat (20/12/2024) dibuka pada level 1.453,0 won, melemah 17,5 won dari sesi sebelumnya. Won ditutup pada 1.451,9 won terhadap dolar AS.

Ini adalah pertama kalinya nilai tukar melampaui 1.450 won sejak Maret 2009 pada puncak krisis keuangan global.

Perkembangan Kamis (19/12/2024) melampaui gejolak pasar jangka pendek pada 2022 saat mata uang merosot ke 1.444,2 won di tengah krisis likuiditas Legoland. Nilai 1.450 won merupakan penurunan lebih lanjut sejak penurunan semalam sebesar 1.444 won awal bulan ini, beberapa jam setelah deklarasi darurat militer yang diberlakukan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol.

Won Korsel Terendah dalam 15 Tahun karena Sentimen The Fed
BoK menghadapi dinamika suku bunga yang menakutkan di tengah pelonggaran kebijakan bank sentral AS yang lebih lambat. (Sumber: Yonhap)

“Mata uang kemungkinan akan merosot lebih jauh,” ujar ahli strategi investasi senior Standard Chartered Bank Korea Hong Dong-hee, seperti dikutip Yonhap pada Sabtu (21/12/2024).

“Jalur pelonggaran Fed pada dasarnya adalah satu-satunya faktor yang sebagian besar terisolasi dari spekulasi pasar yang liar. Namun, keputusan semalam itu mengirimkan gelombang penyesuaian dalam ekspektasi," jelasnya. Hong menunjuk pada Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengekspresikan pendekatan hati-hati terhadap laju pelonggaran lebih lanjut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia