Kamis, 14 Mei 2026

WHO Update Status Wabah Virus Marburg di Rwanda

Penulis : Surya Lesmana
21 Des 2024 | 19:29 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi virus marburg. (Foto: Freepik/ Wangxina)
Ilustrasi virus marburg. (Foto: Freepik/ Wangxina)

JENEWA, investor.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan update status wabah virus Marburg di Rwanda, Afrika Timur. Pihaknya memastikan wabah penyakit virus Marburg di Rwanda telah berakhir.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah 42 hari berlalu tanpa laporan kasus baru, sejak pasien terakhir dinyatakan negatif dua kali terhadap virus tersebut.

Penyakit Virus Marburg pertama kali terkonfirmasi di Rwanda pada 27 September 2024, menyebabkan 15 kematian dan 66 kasus infeksi. Dari jumlah tersebut, sekitar 80% adalah petugas kesehatan yang merawat pasien terinfeksi.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Rwanda mengapresiasi upaya besar dalam pengawasan penyakit, pengujian, pencegahan infeksi, pelacakan kontak, serta kampanye kesadaran publik yang dilakukan untuk mengendalikan wabah ini.

Dr Brian Chirombo selaku perwakilan WHO di Rwanda memuji respons cepat negara Afrika Timur tersebut.

“Respons kuat dari Rwanda menunjukkan betapa pentingnya kepemimpinan yang berkomitmen, upaya bersama dari mitra, serta sistem kesehatan yang kuat dalam menangani darurat kesehatan masyarakat. Hal ini menyelamatkan nyawa dan melindungi kesehatan masyarakat,” jelas Chirombo, seperti dikutip Sabtu (21/12/2024).

WHO juga menekankan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Rwanda untuk mengatasi setiap peningkatan kasus dan merespons potensi wabah baru. Rwanda juga memastikan perawatan pasca-sakit bagi mereka yang telah pulih dari penyakit virus Marburg.

Virus Marburg tergolong dalam demam hemoragik. Penyakit ini memiliki tingkat kematian tinggi, yakni antara 24% hingga 88%, menurut pejabat WHO. Meski begitu, upaya kolektif di Rwanda berhasil menurunkan tingkat kematian wabah ini.

Gejala penyakit virus Marburg sering kali mirip dengan penyakit tropis lainnya, menjadikannya sulit didiagnosis. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan bahwa penyakit ini sangat ganas dan dapat menyebabkan penyakit serius hingga kematian.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia