Jumat, 15 Mei 2026

Rusia Ingatkan Agar Tak Berspekulasi Soal Penyebab Jatuhnya Pesawat Azerbaijan Airlines

Penulis : Grace El Dora
27 Des 2024 | 09:36 WIB
BAGIKAN
Tim penyelamat bekerja di reruntuhan pesawat Azerbaijan Airlines di dekat Aktau, Kazakhstan, pada Kamis (26/12/2024). (Foto: Layanan Pers Kementerian Darurat Kazakhstan/ AP)
Tim penyelamat bekerja di reruntuhan pesawat Azerbaijan Airlines di dekat Aktau, Kazakhstan, pada Kamis (26/12/2024). (Foto: Layanan Pers Kementerian Darurat Kazakhstan/ AP)

MOSKOW, investor.id – Pemerintah Rusia mengingatkan agar publik tidak berspekulasi soal penyebab jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines yang menewaskan 38 dari 67 orang di dalamnya. Pasalnya, seorang pakar penerbangan mengatakan bukti menunjukkan baterai antirudal Rusia mungkin telah menjatuhkan pesawat penumpang tersebut.

Embraer 190 jatuh pada Rabu (25/12/2024) di dekat Aktau, Kazakhstan saat dalam perjalanan dari Baku yang adalah ibu kota Azerbaijan. Pesawat itu menuju ke Grozny, ibu kota Chechnya, Rusia.

Pesawat itu berusaha melakukan pendaratan darurat sekitar 1,8 mil atau 2,9 kilometer (km) dari Aktau, menurut Azerbaijan Airlines. Tetapi pesawat itu malah menghantam tanah, meledak menjadi bola api dan terbelah menjadi dua.

ADVERTISEMENT

Juru bicara Presiden Vladimir Putin Dmitry Peskov mengatakan penyelidikan atas penyebab kecelakaan itu sedang berlangsung.

"Tidaklah benar untuk membuat hipotesis apa pun sebelum penyelidikan mencapai kesimpulan, dan kami jelas tidak dapat melakukannya dan tidak seorang pun boleh melakukannya," katanya dalam pernyataan resmi seperti dikutip NBC pada Jumat (27/12/2024).

Wakil Perdana Menteri (PM) Kazakhstan Kanat Bozumbayev juga memperingatkan agar tidak menetapkan penyebab saat penyelidikan masih dalam tahap awal.

"Polisi dan kantor kejaksaan sedang melakukan pemeriksaan forensik. Oleh karena itu, pada titik ini, masih terlalu dini untuk membicarakan apa pun. Ini hanya sensasi belaka," ujar Bozumbayev kepada media Kazakhstan pada Kamis (26/12/2024).

Komentar Putin dan Bozumbayev muncul di tengah spekulasi berkembang yang mengatakan pertahanan udara Rusia mungkin berada di balik kecelakaan itu.

"Pelaporan selanjutnya dan informasi kontekstual, termasuk pemeriksaan video lanjutan dari reruntuhan ... dan keadaan seputar lingkungan keamanan wilayah udara di Rusia barat daya, membuat Osprey menilai bahwa pesawat itu kemungkinan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia," ucap Matthew Borie, kepala intelijen di firma keamanan penerbangan Osprey Flight Solutions.

Borie mengatakan teori potensial lainnya, yang mengatakan pesawat itu bertabrakan dengan seekor burung atau beberapa burung, mungkin akan menyebabkan laporan lebih dari satu ledakan dan kerusakan pada pesawat tampak berbeda.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia