Jumat, 15 Mei 2026

PM Korsel Han Duck-Soo Dimakzulkan, Kekacauan Politik Bertambah

Penulis : Grace El Dora
27 Des 2024 | 15:30 WIB
BAGIKAN
Han Duck-soo, perdana menteri dan penjabat presiden Korea Selatan, berbicara dalam konferensi pers setelah anggota parlemen meloloskan mosi untuk memakzulkan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol di Seoul, Korea Selatan pada 14 Desember 2024. Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Han Duck-Soo dimakzulkan secara tak terduga sehingga menambah kekacauan politik. (Foto: Bloomberg/ Getty Images)
Han Duck-soo, perdana menteri dan penjabat presiden Korea Selatan, berbicara dalam konferensi pers setelah anggota parlemen meloloskan mosi untuk memakzulkan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol di Seoul, Korea Selatan pada 14 Desember 2024. Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Han Duck-Soo dimakzulkan secara tak terduga sehingga menambah kekacauan politik. (Foto: Bloomberg/ Getty Images)

SEOUL, investor.id – Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Han Duck-Soo dimakzulkan secara tak terduga sehingga menambah kekacauan politik. Anggota parlemen Korsel pada Jumat (27/12/2024) memberikan suara untuk memakzulkan penjabat presiden tersebut, menggantikan presiden Korsel Yoon Suk-Yeol yang dimakzulkan.

Ini adalah pemecatan kepala negara yang kedua kalinya pada bulan ini setelah dekrit darurat militer yang berlaku singkat pada 3 Desember 2024, menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Pendahulu Han, Presiden Yoon Suk Yeol, dimakzulkan hanya dua minggu sebelumnya. Pasalnya, Yoon memberlakukan darurat militer pada awal bulan ini untuk pertama kalinya sejak kudeta militer 1979. Darurat militer tersebut langsung dihentikan enam jam kemudian.

ADVERTISEMENT

"Melindungi tatanan konstitusional yang berdasarkan kebebasan dan membasmi kelompok anti-negara pro-Korea Utara (Korut) yang memalukan, yang mencuri kebebasan dan kebahagiaan rakyat kita," seperti dikutip NBC News, Jumat.

Menghadapi pertentangan dari sebagian besar negara dan bahkan dari pimpinan Partai Kekuatan Rakyat yang mengusungnya, Yoon kembali tampil di televisi nasional untuk membatalkan deklarasi darurat militer.

“Saya telah menerima keputusan yang dibuat oleh Majelis Nasional untuk membubarkan dan mencabut darurat militer,” kata Yoon.

Tidak lama setelah itu, pemimpin Partai Kekuatan Rakyat Han Dong Hoon bersikeras agar Yoon "secara pribadi dan menyeluruh menjelaskan situasi yang mengerikan ini secara terperinci".

Pidato Yoon segera diikuti oleh proklamasi dari komandan darurat militer yaitu Jenderal Park Ahn-soo. Dikatakan, "semua kegiatan politik" akan dilarang dan "semua media dan publikasi akan tunduk pada kendali Komando Darurat Militer".

"Pemogokan, perlambatan kerja, dan pertemuan yang memicu kekacauan sosial dilarang," tambahnya. Ia juga memerintahkan "semua profesional medis" untuk kembali bekerja dalam waktu 48 jam.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia