Jumat, 15 Mei 2026

PM Korsel Han Duck-Soo Dimakzulkan, Kekacauan Politik Bertambah

Penulis : Grace El Dora
27 Des 2024 | 15:30 WIB
BAGIKAN
Han Duck-soo, perdana menteri dan penjabat presiden Korea Selatan, berbicara dalam konferensi pers setelah anggota parlemen meloloskan mosi untuk memakzulkan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol di Seoul, Korea Selatan pada 14 Desember 2024. Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Han Duck-Soo dimakzulkan secara tak terduga sehingga menambah kekacauan politik. (Foto: Bloomberg/ Getty Images)
Han Duck-soo, perdana menteri dan penjabat presiden Korea Selatan, berbicara dalam konferensi pers setelah anggota parlemen meloloskan mosi untuk memakzulkan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol di Seoul, Korea Selatan pada 14 Desember 2024. Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Han Duck-Soo dimakzulkan secara tak terduga sehingga menambah kekacauan politik. (Foto: Bloomberg/ Getty Images)

“Pelanggar proklamasi ini akan dikenakan penangkapan, penahanan, dan penggeledahan serta penyitaan tanpa surat perintah berdasarkan Pasal 9 Undang-Undang Darurat Militer,” terang Hoon.

Dalam beberapa menit setelah pengumuman, anggota parlemen mulai berdatangan ke parlemen. Dalam waktu kurang dari tiga jam mereka mengeluarkan resolusi untuk membatalkan deklarasi Yoon.

Setelah pemungutan suara, Ketua Majelis Nasional Woo Won-sik menuntut agar pasukan khusus meninggalkan gedung dan halaman parlemen. Tak lama kemudian, para prajurit mulai berbaris keluar melalui salah satu gerbang.

ADVERTISEMENT

“Saya menyesalkan apa yang terjadi hari ini. Pelaksanaan polisi militer dan kewenangan pemerintah lainnya adalah ilegal sekarang setelah resolusi untuk pembatalan darurat militer telah disahkan," tambah Hoon.

Namun, kementerian pertahanan negara itu mengatakan darurat militer akan tetap berlaku sampai Yoon mencabut perintah tersebut.

Di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), wakil juru bicara Vedant Patel mengatakan tidak menerima peringatan Yoon akan mengumumkan darurat militer.

Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengonfirmasi pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah menghubungi pemerintah Korea Selatan. Mereka "memantau situasi dengan saksama", katanya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 35 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia